Assalamu`alaikum

Assalamu`alaikum
"Tuhan, aku sadar hidup hanyalah perjalanan sementara, maka izinkanlah aku mengisi waktu yang sementara ini dengan kebaikan & kebahagiaan cinta kasih yang Kau Ridhai. Dan kembali pada Mu dengan segala keberkahan"

Sabtu, 02 Maret 2013

"Birth Trauma"




Seringkali masyarakat bahkan para tenaga kesehatan berfikir bahwa bayi baru lahir itu harus menangis dengan sangat dan sangat keras. Atau jika bayi tersebut menangis dengan keras, berarti bayi tersebut sehat. Padahal bukan begitu kenyataannya. Dan setelah mengikuti pelatihan tersebut saya bertekat untuk semakin semangat belajar an menerapkan sebuah pertolongan persalinan yang alami, ramah jiwa dan minim trauma (Gentle Birth)

Pengalaman Lahir
Bayangkan Anda adalah janin. Bayangkan Anda sedang mengambang dengan nyaman di rahim yang lembut dan hangat, ruang gelap, cairan dari rahim ibumu, melayang masuk dan keluar dari tidur, dikelilingi oleh suara teredam, bising usus, suara nafas dan detak jantung.
Kemudian bayangkan Anda merasa shock dan tiba-tiba terbangun, mendorong dan meremas ke dunia luar yang keras, dingin, dan berisik, di tengah jerit kesakitan ibumu, detak jantung yang berderap seperti pacuan kuda, dan penuh dengan adrenalin.
Apalagi jika persalinan berlangsung lama dan luar biasa panjang, menyakitkan, dipaksa atau situasi kehidupan yang mengancam, seperti dicekik oleh tali pusat, dan Anda memiliki peristiwa traumatis utama. Coba bayangkan, di atas semua itu, penderitaan ini akan semakin dirasakan pada bayi baru lahir yang serta merta langsung dipisahkan dengan ibunya karena prosedur dan tindakan darurat. tempat dunia yang sangat kejam, tanpa cinta, tidak terduga dan menakutkan akan tampak pada bayi baru lahir tertekan.
Semua itu adalah pengalaman dan sensasi yang akan terekam di bawah sadar sang bayi. pada bayi baru lahir, pikiran bawah sadar murni, dikombinasikan dengan dorongan emosi kehidupan atau kematian, sehingga tidak memiliki kemampuan kognitif untuk dapat memilah pengalaman dan memahami dunia dengan cara yang logis dan sadar.Pikiran adalah seperti lembaran kosong yang dicetak oleh pengalaman pertama. Dan jejak ini menjadi “blue print” yang kehidupan anak dan pengalaman masa depan yang membentuknya.

Efek Psikologis Jangka Panjang
Anak-anak yang memiliki trauma kelahiran lebih cenderung untuk cemas atau agresif.Tentu saja genetika dan faktor lainnya juga berpengaruh, tapi, jika yang lain adalah sama, anak yang mengalami trauma saat lahir akan lebih rentan terhadap masalah psikologis.
Pemisahan dari ibu pada saat kelahiran, serta respon ibu yang mengalami stres pasca-trauma, dapat mempengaruhi ikatan awal antara ibu dan anak, yang merupakan faktor utama dalam perkembangan psikologis anak. Lahir itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan, membingungkan, dan menakutkan bagi bayi. Beberapa janin proses persalinan yang dapat menimbyulkan jejak trauma pada bayi antara lain kelahiran traumatik pada proses persalinan dengan operasi sesar, forsep, vaccum,mengalami persalinan lama, dan kekurangan oksigen. Setelah lahir, ini dapat menakutkan dan membingungkan bagi bayi yang baru lahir dimana dia mengalami perasaan dingin yang tiba-tiba, mata yang sangat silau akibat terangnya lampu, penanganan yang kasar, suara keras, atau pemisahan dari ibu (Janov, 1983). Intervensi medis seperti pemantauan janin elektronik, heelsticks, tetes mata, dan khitanan juga menyedihkan untuk bayi. Sayangnya, trauma lahir tampaknya cukup umum. Dr William Emerson menemukan bahwa lima puluh lima persen dari sampel dua ratus anak-anak menunjukkan tanda-tanda sedang sampai trauma lahir berat (Emerson, 1987).
Trauma kelahiran memiliki potensi untuk menyebabkan masalah seumur hidup. Sekarang diketahui bahwa ada korelasi antara komplikasi perinatal dan kerentanan kemudian untuk masalah emosional dan perilaku, termasuk skizofrenia, kejahatan kekerasan, dan perilaku bunuh diri (Batchelor et al, 1991;. Mednick, 1971; Roedding, 1991).
Telah ditemukan bahwa bayi yang ibunya telah mengalami kelahiran yang sulit cenderung menangis lebih lama dari bayi yang ibunya melahirkan lebih menyenangkan. Dalam satu survei, ibu-ibu yang bayinya menangis yang paling secara bermakna lebih mungkin memiliki kandungan atau intervensi telah membuatnya merasa tak berdaya saat kelahiran (Kitzinger, 1989). Studi lain menunjukkan bahwa bayi yang memiliki masalah pada saat lahir lebih mungkin untuk bangun di malam hari sering menangis selama empat belas bulan pertama (Bernal, 1973).
Sebuah proses fisiologis yang mungkin berkorelasi pada trauma pra dan perinatal adalah bahwa bayi dalam keadaan ketegangan akibat dari sistem saraf simpatik yang terlalu aktif dan kelebihan hormon stres. Ini merupakan respon biologis "melawan atau lari" respon mungkin adaptif dalam membantu bayi bertahan hidup namun trauma lahir dapat berlangsung lebih lama dari yang diperlukan, berakibat pada masalah fisiologis. Ini efek simpatis yang meningkat mungkin menjelaskan gangguan tidur umumnya diamati pada bayi lahir-trauma. Konsekuensi lain mungkin lambannya proses pencernaan yang dihasilkan dari efek penghambatan sistem saraf simpatik pada organ pencernaan. Hal ini akan memberikan kredibilitas baru bagi teori kolik dibahas sebelumnya tetapi dengan penyebab ketidaknyamanan perut ini, dalam hal ini, stres emosional.
Tangisan yang keras, melengking dan lama yang terjadi pada bayi setelah lahir traumatis karena itu bisa menjadi mekanisme biologis stres-release yang memungkinkan bahan kimia yang berlebih untuk dibuang dari tubuh (melalui keringat dan akhirnya air mata) dan yang juga menyediakan pelepasan energi, sehingga menyelesaikan fisiologis stres / siklus relaksasi. Jika trauma kelahiran parah, bayi mungkin memiliki menangis lama setiap hari selama beberapa bulan sebelum trauma sudah benar-benar diselesaikan dan kondisi homeostasis tercapai.
Sumber-sumber stres selama masa bayi meliputi kebutuhan fisik, overstimulasi, frustrasi sakit fisik, dan pengalaman menakutkan yang terjadi selama beberapa pekan dan bulan setelah lahir. Bayi sangat rentan karena kurangnya informasi dan keterampilan dan ketergantungan mereka pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Istilah "Birth Trauma" khusus mengacu pada pengalaman buruk seseorang selama kelahiran, dimana setiap peristiwa traumatis yang terjadi antara konsepsi hingga sekitar usia tiga tahun memiliki makna tertentu dalam membentuk kehidupan individu.
Kehamilan, kelahiran dan masa kanak-kanak awal adalah tahap yang luar biasa dalam kehidupan seseorang. Sebuah badan yang terus tumbuh penelitian menunjukkan bahwa pengalaman seseorang selama tahap ini sangat mempengaruhi kesehatan jangka panjang seseorang fisik, emosional, dan mental. Perkembangan otak, kemampuan belajar, stabilitas emosional, koordinasi fisik, keterampilan bahasa awal, dan harga diri semua dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang paling awal. Penelitian neurologis menunjukkan hubungan langsung antara pengalaman individu dan perkembangan sistem saraf mereka. Ini berarti bahwa bayi apa atau prenates mengalami tidak hanya berdampak kemampuan mereka untuk membentuk ikatan dan membuat keputusan di kemudian hari, itu benar-benar memberikan kontribusi pada struktur otak dan sistem saraf.
Bayi yang menderita pengalaman traumatis akan berdampak negatif terhadap perkembangan mereka. Pengalaman ini membuat sulit bagi mereka untuk mengelola stres, menangani konflik, mengembangkan harga diri atau bahkan sepenuhnya menempel pada orang tua mereka. Di kemudian hari, trauma awal terselesaikan mempengaruhi kepribadian, perilaku dan pembentukan hubungan. Mereka juga mempengaruhi karakteristik fisiologis seperti keseimbangan dan kemampuan untuk orientasi dalam ruang, dan karakteristik mental seperti kemampuan untuk memusatkan perhatian dan belajar secara efektif dari pengalaman. Singkatnya, seluruh citra diri seseorang dan cara menanggapi peristiwa luar dipengaruhi oleh trauma awal. Selain itu, peristiwa traumatis mempengaruhi perkembangan saraf bayi itu. Respon fisiologis terhadap stres kami diinformasikan oleh perkembangan neurologis, yang berarti bahwa respon dewasa saat kita stres cenderung sangat mirip, dan mungkin tergantung pada, apa yang kita pelajari saat kita masih menjadi janin dan bayi.
Semua dari kita telah mengalami beberapa tingkat stres atau trauma pada awal kehidupan kita. Walaupun memang Beberapa hal secara medis diperlukan. Dampak jangka panjang adalah tergantung dengan tingkat keparahan dan lamanya trauma serta tingkat trauma mengganggu anak berhubungan dengan ibu dan ayah. Berikut ini contoh-contoh hal, peristiwa yang dapat menimbulkan trauma:
· -Perasaaan tidak diterima atau perasaan takut karena kehamilan (Unwanted pregnancy)· 
S-Stres atau hubungan yang kasar antara orang tua selama kehamilan atau setelah kelahiran· 
Stres ibu, takut atau depresi selama kehamilan atau masa bayi ·
· -Biokimia stres selama kehamilan akibat dari nikotin, alkohol, pestisida, dll
· -induksi persalinan
· -Janin monitor melalui tengkorak janin
· -Kelahiran prematur
· -pengalaman di NICU dengan semua intervensi medis yang menyertainya
· -Proses persalinan yang Luar biasa panjang atau luar biasa cepat.
· -Terjebak selama persalinan
· -Lilitan tali Pusat
· -pengalaman asfixia atau kekurangan oksigen
· -Medis intervensi seperti SC, forsep, ekstraksi vakum
· -Anestesi yang memecah kontak antara ibu dan bayi
· -Pemisahan bayi dengan ibunya setelah melahirkan atau untuk waktu yang lama selama masa bayi
· -Nyeri medis intervensi
· -Postpartum depresi atau kecemasan yang kuat
· -Kematian dalam keluarga
· -Rawat inap atau operasi sebagai bayi, termasuk sunat
· -Setiap kecelakaan yang menyakitkan, luka atau sakit

Apa saja Tanda Bukti bahwa Bayi Saya Mengalami Trauma?
· -Mata seringkali berkaca-kaca
· -ketidakmampuan total atau sebagian untuk mengarahkan perhatian ketika berhadapan dengan lingkungan baru
 -Terlalu banyak ketegangan pada otot mereka
· -Respon kejut yang berlebihan terhadap suara atau gerakan
· -Seringkali gemetar atau tremor
· -Suara menangis yang bernada tinggi dan lama
· -Seringkali menangis tanpa sebab yang jelas
· -Hipersensitivitas terhadap sentuhan dekat atau langsung
· -kesulitan menyusui /makan
· -cegukan berlebihan
· -sering tersedak
· -menghindari kontak mata
· -hiperaktif
· -masalah koordinasi dan keseimbangan
· -tantangan saat pelatihan toilet
· -Keterlambatan Bicara
· -tantrum
· -tidak tepat agresi / timidity
· -depresi
· -mimpi buruk
· -respon tidak sesuai dengan stimulus
· -ketidakmampuan untuk melakukan kontak mata
· -ketidakmampuan untuk meminta bantuan
· -kemarahan terhadap orang tua atau orang lain
· -hipersensitivitas
· -gangguan kesehatan seperti asma dan kejang
· -taktil pembelaan diri (keinginan untuk tidak disentuh)
-        Ketika bayi atau anak kekurangan ikatan (bonding) di kehidupan pertamanya ini merupakan trauma awal, bayi atau anak mungkin tidak merespon seperti yang diharapkan dengan upaya orangtua untuk menenangkan, kenyamanan, menghubungkan. Hal ini dapat mempengaruhi reaksi orangtua. Beberapa tanggapan orang tua meliputi:
· Membanjiri, Malu / Rasa Bersalah, Kelelahan, Kegelisahan, Tekanan, Tak berdaya, Marah,  Frustrasi, Post-partum depresi atau kecemasan, Mati rasa, Konflik antara orang tua dan anak,
· Kesulitan meminta dukungan.

Apakah Tanda-tanda umum Dari Birth Trauma yang berefek hingga Dewasa?
Semua dari kita telah mengalami stres atau birth trauma. Birth trauma yang belum terselesaikan secara signifikan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari saat ini. kemampuan kita untuk pulih dari peristiwa traumatis saat anak-anak dan dewasa tergantung pada ketahanan kita atau sedikitnya tingkat traumatik pada proses kelahiran kita. Berikut ini tanda-tanda efek birth trauma pada saat dewasa:
· Kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan primer yang sehat dengan pasangan, Agresi, perilaku destruktif atau pidana, Kesulitan dalam menanggapi empati kepada orang lain, Kebingungan, kesulitan membuat keputusan, Perilaku merusak diri sendiri seperti penyalahgunaan obat dan alkohol, mutilasi fisik, mengabaikan keselamatan orang lain, Gagal untuk bertanggung jawab atas tindakan seseorang, menyalahkan orang lain, Kesulitan menentukan tujuan yang tepat, Kesulitan dalam meramalkan konsekuensi dari tindakan seseorang, Kesulitan konsisten dengan beberapa aspek tugas: niat, persiapan, tindakan, menindaklanjuti atau integrasi, Ketidakmampuan untuk menjadi orang dewasa mandiri, Kesulitan dalam pengasuhan, perilaku kasar atau lalai terhadap anak-anak, Kesulitan dalam membangun sistem dukungan yang efektif dari keluarga, teman, guru, mentor, dan / atau profesional, Egois dan emosi selalu meledak-ledak.



sumber : 
-http://www.bidankita.com/childbirth/natural-childbirth


Jumat, 08 Februari 2013

4 u my sista :)




“Kami mempersilahkan kakak tertua terlebih dahulu untuk mengakhiri masa lajangnya, setelah itu kami menyusul satu persatu, jadi buat terus target umur nikah ya ra….!!!!!!!”
Tidak pernah terlupa bahwa sahabat yang dulunya seorang ABG yang punya berbagai kenangan naïf bersamaku, seorang gadis yang labil & pemalu. saat ini kulihat duduk dipelaminan bersama dengan orang yang dicintainya. Tapi sekarang, pandangan ku harus berubah 180° ketika melihatnya berubah dari seorang gadis belia menjadi seorang wanita dewasa yang akan mengakhiri masa lajangnya, yang akan menjadi istri dari seorang lelaki yang telah mengambil alih pertanggung jawaban kehidupannya dari ibu dan ayahnya. Dan akan segera menjadi seorang ibu dari anak-anak yang dititipkan Allah kepada dia dan suaminya.
Aku tidak pernah lupa, ketika masih di bangku sekolah menengah, dengan seragam putih biru. Tidak pernah habis khayalan kami untuk membayangkan masa depan. Dan selalu pernikahan akan menjadi topik yang tidak pernah bosan untuk dibahas. Dan pasti jika salah satu dari kami ada yang bertanya,
“coba tebak, siapa yang akan deluan nikah di antara kita???” aya, mengawali obrolan konyol dengan pertanyaan aneh, sambil membenarkan kaca matanya. Dan pandangan tertuju kepada ku. Bukan karena alasan yang pasti, tapi hanya sebatas logika bahwa yang paling dewasa, yang berusia paling tua berkewajiban untuk menjadi awal pembukaan berbagai hal, walau perbedaan usia itu hanya berjarak beberapa bulan, bahkan aku dan Alisha hanya tepaut 2 hari.
“Ara lha, Ara… kan kl dari silsilah umur, berarti Ara pembukaan merried” jawab Vina dengan senyuman lesung pipi dan alis yang di naik-naikan, tanda pernyataannya sangat disetujui.
“ya iyalha,, yang pertama Ara, Alisha, Ayu, Vina, Aya, baru Eka yang terakhir, anak bungsu-anak bungsu, jadi penutupan” Sambung Eka dengan penuh percaya diri.
Dan aku cuma bisa tertawa, sambil mengaminkan didalam hati. Karena pernikahan memang menjadi sebuah mimpi dari setiap gadis, dari setiap manusia yang mengenal cinta dari kuasa Tuhan, dan pasti pernikahan yang bahagia bersama orang yang dikasihi & mengasihi kita.
Tapi fikiran ku  belum terlalu mengarah kesana. Karena terpaut usia yang masih dalam katagori ABG, pernikahan bukanlah hal yang harus ku fikirkan. Dan jodoh, masih menjadi misteri, hingga dari usia ABG, beranjak menjadi remaja awal dan akhir, dan sekarang memasuki usia dewasa itu semua masih dirahasiakan Tuhan pada ku, hanya saja aku tetap diminta untuk tidak lelah malakukan perbaikan diri.
Dan hingga bertukar seragam menjadi putih abu-abu pun, obrolan  penuh khayal itu kembali & terus kembali terulang, bahkan sesudah waktu memisahkan satu sama lain.
 “kak Ara, berapa target usia nikah ??” Tanya nika, mengganti topik pembicaraan dari bahasan kisi-kisi untuk soal ulangan fisika menjadi pembicaraan yang lebih konyol saat jam istirahat.
  “walah2?? Ganti topik? Udah mulai pusing liat rumus y nik?....mmhhhh berapa ya?”aku pun mula berfikir.   “ara 19 langsung nikah dia” fariz pun  langsung nyeletuk memberikan jawaban pasti. 
“wwwaaaa……,, gak mau aku.. belum puas jalan-jalan & gaya-gaya tuw, mmhhhh aku mungkin 23, 24 atau 25 paling lha lama,, ya.. itu kan target, ya kan sa, yu??”. Tanya ku balik dengan  2 sahabat ku yang  tidak pernah terpisah sekolah, kelas, bahkan jika satu bangku bisa bertiga, kami akan memilih untuk demikian.
“ya…. Segitulah kira-kira, ara deluan, baru Alisha, trus Ayu menyusul” jawab ayu lempang.  “ya,,,, kami kan menghormati kakak terTUA…hahahhha” tambah Alisha memperkuat alasan.
“lagi-lagi aku. punya pacar pun satu periode 1, dpilih 5 tahun sekali, macem milih presiden” balas ku menyerah. “karena yang jarang-jarang pacaran itu langsung nyebar undangan biasanya, y gak” tambah fariz mengompori.
“ya.., kita liat nanti, yang pasti siapapun yang nikah mau aku deluan, terus Alisha, Ayu, Nika, baru Fariz.. yang pasti semua harus hadir di setiap moment”.
Dan sekian waktu berlalu, sampai saatnya masa SMA berakhir, dan memilih jalan masing-masing untuk masa depan, tapi waktu luang dan komunikasi selalu mendekatkan setiap dari kami.
Kedewasaan pun hadir didepan mata, cerita cinta monyet masing-masing berubah menjadi kisah cinta yang lebih serius dan matang. Kemudian waktu pun datang untuk menjawab semua pertanyaan di masa dulu, untuk menyatakan bahwa takdir bukanlah sebuah logika, bahwa takdir hanya Dia yang tau, bahwa jodoh tidak akan tertukar, semua sudah menjadi ketetapan Allah swt.
Teringat saat pertama aku mendapat kabar sms yang berisi.
“Kak ara….. Insyallah ayu & bg roni melangsungkan pernikahan februari tahun 2013,  do`ain y kak, n jangan lupa harus hadir dari akad sampe pestanya,, maaf ni deluanin kakak  ya hehehehe..”
Aku cuma bisa tersenyum dengan segala perasaan bahagia yang mungkin hanya aku dan Allah yang tau. Dan Saat ini aku akan melihat kamu akan menuju kehidupan baru kamu dengan lelaki yang selama ini menjadi bahan cerita kita, penuh suka duka, tawa tangis kamu yang pernah kamu utarakan kapadaku. Pengorbanan, selisih, berpisah & kembali, semua menjadi tahap pembelajaran satu sama lain untuk meyakinkan kamu dan orang yang kamu pilih memang telah ditakdirkan untuk bersama.
   Aku berharap, tidak ada yang berubah dari persahabatan kita. Persahabatan yang dimulai dari masa kita sebelum menstruasi (masa reproduksi) hingga menopause (berhenti reproduksi), dari sebelum puber sampai lanjut usia. Dari sebelum mengenal arti pernikahan sampai mempunyai suami. Dan Semoga masing-masing dari kami bisa menyusul di waktu yang tepat dengan pasangan yang tepat dari sisiNya.
Selamat, My sista Yuliana Safitri (AYU),, semoga kalian menjadi pasangan yang selalu di ridhoi Allah swt. Yang selalu membangun kebahgiaan di dunia dan akhirat. Do`a kami segala yang terbaik untuk kalian berdua ,,, Amin ya Rabb.   J



Created By : M.A sofyrah

February 2013

Sabtu, 02 Februari 2013

"perubahan ?"



Dalam senyum teruslah berdo`a
Karena  do`a  tidak hanya  dalam tangisan
Dalam keramaian , kesibukan, dalam cinta dalam cita teruslah berdo`a
Karena do`a tidak hanya dalam kesunyian, kehampaan, juga derita.

Agar  tiada lagi hal yang kau takutkan di setiap langkah
Karena  Kebahagiaan, senyuman, tidak akan mampu diberikan orang lain
selain kamu yang memberi untuk dirimu
Karena mereka hanya  sebatas perantara, dari bibit kebahagiaan
yang Tuhan tebarkan di dunia

Hanya  aku,, hanya kamu, dan masing-masing manusia,,,,
diri sendiri ini yang menciptakan perasaan  bahagia atau sangat bahagia.
Hanya diri sendiri  yang mampu membawa dirinya  menderita atau sangat menderita
Karena hanya diri ini yang bisa melakukan  perubahan,
Seperti  mengubah sebuah luka menjadi satu pelajaran menuju bahagia
mengubah tangisan kesedihan menjadi terapi penenang
mengubah kegagalan menjadi anak tangga keberhasilan
mengubah arah dunia yang sepi berotasi pada ketentraman
mengubah penantian menjadi sebuah asa
mengubah  mimpi menjadi kenyataan
  
Tidak ada yang sia-sia,
apapun yang kau perbuat akan kembali pada mu, baik-buruk, Tuhan selalu Tau.
Mungkin tidak persis  dalam objek  yang kau perbuat,
tapi Tuhan selalu tau perjuangan serta perbuatan yang ada,  
Karena  tidak ada yang mampu bersembunyi dari pandangannya.

Tuhan tidak akan mengubah keadaan seseorang
Juga Tiada yang seorangpun yang dapat mengubah  keadaan orang lain,
Melainkan seseorang berusaha mengubah dirinya,
karena Tuhan atau karena seseorang.



Create by :
M.a Sofyrah

Selasa, 22 Januari 2013

ANALISA ITEM TEST

Materi Pendidikan Indonesia: CARA MENGANALISA ITEM TEST: Dalam analisa item test ini yang perlu sekali adalah menghitung daya membeda item dan tingkat kesukaran item. Hal ini sangat berguna untuk m...

Senin, 14 Januari 2013

S2 KEBIDANAN

Program Studi Magister Kebidanan memberikan kesempatan kepada peserta program sehingga lulusan menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar pelayanan kebidanan yang profesional, termasuk keterampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab yang mandiri pada tingkat tertentu, memiliki keterampilan dalam penelitian dan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi di dalam bidang keahliannya.

TUJUAN PENDIDIKAN 
Tujuan utama Program Studi Magister Kebidanan adalah pengembangan tenaga bidan yang mampu melaksanakan upaya pelayanan kebidanan yang berkualitas tinggi untuk mewujudkan paradigma sehat yang:
1. Mampu mendidik bidan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat
2. Mampu menjalankan kebijakan pendayagunaan karier bidan yang terpola selaras dengan wewenangnya
3. Mampu melakukan kolaborasi dengan Masyarakat terinstitusi (stakeholder) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidan guna memecahkan masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia
4. Mampu melakukan pengintegrasian sumber-sumber daya manusia dan perangkat keras untuk pengelolaan suatu unit kerja atau aktivitas yang berkaitan dengan pelayanan, pendidikan, dan penelitian
5. Mampu secara langsung melakukan analisis ilmu kebidanan yang dikembangkan dari kasus-kasus khusus sebagai bagian dari konsentrasi program
6. Memiliki kemampuan khusus dalam bidang manajerial klinik kebidanan secara mandiri
7. Mampu melakukan penelitian dalam bidang kebidanan dengan menggunakan metode ilmiah yang tepat dan teruji.

Misi : 
1. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk menghasilkan bidan pengelola, pendidikan dan peneliti yang berkualitas setingkat Magister-S2 sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2. Menjalankan kebijakan pendayagunaan dan pengembangan karier bidan yang terpola di Indonesia.
3. Melakukan kolaborasi dengan masyarakat terinstitusi (stakeholder: Pusdiknakes, IBI, POGI, PPSDM, PEMDA dan Rumah Sakit) dalam melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebidanan guna memecahkan masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Persyaratan Pendaftaran S2 Kebidanan Unpad : 
1. Pendaftar telah lulus D4 Kebidanan minimal 2 tahun.
2. Fotokopi ijazah & transkrip prestasi akademik D4 Kebidanan yang telah dilegalisir oleh PTN asal atau PTS asal.
3. Pas foto terbaru berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 buah
4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah asal.
5. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.
6. Surat ijin dari Suami untuk mengikuti Pendidikan bagi yang telah menikah.
7. Surat ijin dari Atasan untuk mengikuti Pendidikan bagi yang telah bekerja.
8. Surat rekomendasi akademik, dari dua orang Guru Besar / Dosen Senior / Profesional / Akademisi yang mengenal baik pelamar.
9. Surat kesanggupan di atas materai untuk membayar

BAHASA PENGANTAR 
Bahasa pengantar yang dipergunakan dalam menyampaikan dan mendiskusikan materi adalah bahasa Indonesia, sedangkan referensi bisa dalam segala bahasa.

LAMA STUDI 
Program Studi Magister Kebidanan dengan beban studi 49 SKS (tidak termasuk matrikulasi 28 SKS) ditempuh dalam 4 semester tetapi memungkinkan untuk dapat ditempuh kurang dari 4 semester, dan paling lama 8 semester termasuk tesis.

Struktur Kurikulum 
Mata Kuliah Matrikulasi
Seksualitas & Kesehatan Seksual
Ekonomi Kesehatan
Obstetri Perinatal
Nutrisi & Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi
Biologi Molekuler dalam Kebidanan
Keluarga Berencana & Permasalahannya
Sistem Informasi Pendidikan Kesehatan
Aplikasi Internet & E-Learning
Manajemen Kesehatan Masyarakat
Sistem & SOP dalam Kebidanan
Anatomi dan Fisiologi
Hukum Kesehatan
Kewirausahaan
Pendidikan Bidan dari Vokasi menuju Wawasan Master

Mata Kuliah Kurikulum S2 Kebidanan
Filsafat Ilmu
Biostatistik
Epidemiologi
Evidence Based Kebidanan
Filosofi Kebidanan
Aspek Psikologis & Sosiobudaya dalam Kehamilan & Persalinan
Obstetri & Ginekologi Terkini
Obstetri & Ginekologi Sosial
Feto Maternal
Manajemen Pendidikan Kesehatan
Topik Khusus
Metodologi Penelitian Berorientasi Tesis
Pengkajian Hasil Penelitian & Meta Analisis
Perencanaan & Penilaian Program Promosi & Komunikasi Kesehatan.
Etika Penelitian
Kajian Dalam Asuhan Kebidanan
Infertilitas & Endokrinologi
Manajemen SDM Kebidanan
Manajemen Mutu Pelayanan Kebidanan
Gender & Kesehatan Reproduksi*)
Menopause & Permasalahannya*)
Onkologi & Uroginekologi*)
Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi dalam Pelayanan Kesehatan*)
Seminar Usulan Penelitian
Tesis
Keterangan :
*) Mata Kuliah Pilihan 

LULUSAN
1. Lulusan Program Studi Magister Kebidanan berhak menyandang gelar Magister Kebidanan (disingkat M.Keb.)
2. Lulusan Program Studi Magister Kebidanan dengan IPK ≥ 3,25 dapat melanjutkan ke strata – 3 untuk mendapatkan gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kesehatan.

BENTUK KEGIATAN AKADEMIK
1. Pinsip pembelajaran adalah “SPICES” (Student centered; Problem based; Integrated; Community based; Elective; Systematic)
2. Metode pembelajaran adalah Problem Based Learning.
3. Bentuk pengajaran “tutorial discussion” dan bila perlu “minilecture”
4. Kegiatan pembelajaran untuk setiap mata kuliah/setiap semester diselenggarakan dengan waktu yang dipadatkan sesuai besarnya SKS dan diselesaikan (diakhiri dengan ujian) satu per satu mata kuliah.

MATRIKULASI (BRIDGING COURSE)
1. Bagi calon mahasiswa yang diterima diwajibkan mengikuti “Bridging course” (matrikulasi) sebesar 28 SKS (tidak dimasukkan sebagai beban studi), yang diakhiri ujian untuk menilai dapat tidaknya melanjutkan studi.
2. Matrikulasi (bridging course) merupakan kegiatan kademik yang memuat sejumlah mata kuliah prasyarat yang harus diambil terlebih dahulu sebelum mengambil mata kuliah – mata kuliah pokok selanjutnya dan harus sudah dinyatakan lulus (dengan nilai minimal angka mutu B) oleh pengampu mata kuliah bersangkutan paling lambat pada akhir semester ke satu.
3. Matrikulasi dianggap lulus bila Indeks Prestasi (IP) ≥ 2,75, nilai C tidak melebihi 20 % (6 SKS), dan tidak ada nilai D dan E.
4. Kegiatan pembelajaran setiap mata kuliah dalam matrikulasi diselenggarakan dengan waktu yang dipadatkan dan diselesaikan (diakhiri dengan ujian) satu per satu.
5. Metode pembelajaran matrikulasi adalah tatap muka dan kegiatan mandiri. Tugas mandiri ditetapkan oleh pengampu mata kuliah bersangkutan. Setiap mahasiswa wajib membuat laporan tugas mandirinya dan diserahkan kepada pengampu mata kuliah untuk mendapat nilai atau umpan balik

PENGAMPU MATA KULIAH
1. Pengampu mata kuliah berkualitas Profesor, Doktor, atau Magister yang sudah/dianggap senior.
2. Pengampu mata kuliah bisa hanya seorang atau berupa tim.
3. Pengampu bisa mengajar pada kelas A atau kelas B saja atau pada kedua-duanya.

TUGAS PENGAMPU MATA KULIAH
1. Pengampu membuat silabus MK yang diasuhnya.
2. Pengampu MK membuat “general learning objectives” untuk MK yang diasuhnya
3. Pengampu MK membuat “specific learning objectives” untuk setiap Pokok Bahasan dan problem (masalah)
4. Pengampu MK membuat problem (masalah) sebagai bahan diskusi mahasiswa berdasarkan “general and specific learning objectives” yang disusunnya dan yang harus “didiskusikan” dan “dipelajari” oleh mahasiswa. Tergantung dari kompleksitas mata kuliah, untuk setiap mata kuliah dapat dibuat lebih dari satu problem (masalah). Usahakan jumlah problem dapat mewakili semua isi MK yang harus dipelajari. Problem (masalah) merupakan “trigger” pembelajaran mahasiswa, apa dan sejauh mana (sesuai learning objectives) yang harus dipelajari mahasiswa, bukan merupakan masalah sebenarnya yang harus dipecahkan.
5. Pengampu MK menjadi tutor pada tutorial discussion (diskusi kelompok)
6. Pengampu MK menguji mata kuliah yang dibimbingnya sesuai jadwal yang ditentukan.
7. Pengampu MK menyerahkan hasil ujian kepada sekretaris setiap akhir kegiatan akademik mata kuliah bersangkutan dengan bentuk huruf mutu masing-masing mahasiswa selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sesudah ujian.
8. Pengampu MK mewajibkan sekurang-kurangnya satu “textbook” referensi dan menyarankan satu macam jurnal yang dapat dipergunakan untuk belajar dan memecahkan problem bersangkutan.

KEWAJIBAN MAHASISWA DALAM MENJALANKAN KEGIATAN AKADEMIK
1. Mahasiswa wajib mempelajari materi ajar (topik) berdasarkan problem (masalah) yang akan didiskusikan sebelum diskusi dilaksanakan dengan memperhatikan kepada sejauh mana “learning objectives” yang diinginkan/ ditentukan pengampu.
2. Mahasiswa wajib mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran.
3. Tidak mengikuti diskusi hanya boleh apabila karena sakit atau karena musibah (surat sakit atau keterangan musibah harus sudah diterima dalam waktu 48 jam sejak mulai sakit atau musibah) dan untuk setiap MK sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali. Ketidakhadiran ini harus diganti dengan tugas yang diberikan oleh pengampu MK.
4. Bagi mereka yang tidak mengikuti kegiatan pembelajaran atau waktu diskusi 3 (tiga) kali atau lebih, dengan alasan apapun, maka untuk MK bersangkutan dianggap mengundurkan diri, dan harus mengulang seluruh kegiatannya pada tahun ajar yang akan datang serta mendapat huruf mutu T (tidak lengkap dan tidak diperhitungkan dalam penghitungan IPK)
5. Harus aktif dalam mengikuti diskusi dan memberikan kontribusi hasil bacaan ilmiah yang benar (berdasarkan kaidah ilmiah yang lojik dengan referensi “textbook”)
6. Membuat laporan hasil setiap diskusi atau setiap masalah (tergantung kebijakan pengampu MK) secara berkelompok atau perorangan (tergantung kebijakan pengampu MK) dan menyerahkannya kepada pengampu MK untuk mendapat umpan balik atau penilaian.
7. Mengikuti Ujian secara lengkap untuk setiap MK.
8. Setiap mahasiswa sangat dianjurkan memiliki “textbook” wajib setiap MK (boleh asli atau kopi).

TIM PEMBIMBING 
1. Selama mengikuti pendidikan, setiap mahasiswa diarahkan dan dibimbing oleh tim pembimbing yang ditunjuk oleh ketua program.
2. Tim pembimbing harus berkualitas Profesor atau Doktor.
3. Tim pembimbing bertugas sebagai pengarah penelitian untuk tesis.

KARYA ILMIAH / ARTIKEL
1. Selama mengikuti pendidikan, mahasiswa diwajibkan membuat karya tulis ilmiah yang dipublikasikan atau siap dipublikasikan sekurang-kurangnya 1 (satu) buah.
2. Bentuk publikasinya berupa simposium, pertemuan ilmiah yang mempunyai nilai akreditasi, majalah, atau jurnal yang terkareditasi.
3. Karya ilmiah ini merupakan prasyarat untuk mengikuti ujian tesis, dengan demikan harus sudah selesai sebelum ujian tesis

PENILAIAN MATA KULIAH
1. Nilai akhir berupa huruf mutu merupakan gabungan nilai ujian dan tugas mandiri yang diberikan selama semester berlangsung yang rasionya diserahkan kebijakan pengampu.
3. Mahasiswa dinyatakan lulus suatu mata ajar jika memperoleh serendah-rendahnya huruf mutu C
4. Bagi mereka yang tidak lulus (kurang dari huruf mutu B) diharuskan mengulang ujian sebanyak-banyak 2 kali perbaikan. Bila setelah 2 kali perbaikan masih belum berhasil mahasiswa diberi tugas khusus mata ajar bersangkutan pada semester berikutnya dan diuji sebagai ujian terakhir (hanya satu kali). Bila tidak juga berhasil maka mahasiswa dikenai sanksi pemutusan studi.
5. IPK mata kuliah pokok (tidak termasuk Usulan Penelitian dan Tesis) sekurang-kurangnya 3, nilai C tidak melebihi 20 % (8 SKS), dan tidak ada nilai D dan E.

TESIS SEMINAR USULAN PENELITIAN
1. Usulan penelitian merupakan kerangka tesis yang belum diuji secara empiris.
2. Seminar usulan penelitian dilaksanakan pada semester alih.
3. Jumlah penguji adalah 7 orang yang terdiri dari 2 anggota tim pembimbing dan 3 orang penelaah dan 2 orang dari komite etik termasuk ketua Program (sebagai ketua sidang).
4. Pada akhir seminar semua skor yang berupa angka mutu dengan kisaran 0,00 – 4,00 dikumpulkan dan dihitung dengan perincian: Nilai pembimbing adalah 60% dan nilai penelaah 40%.
5. Angka kelulusan serendah-rendahnya 3,00.
6. Bila tidak lulus, mahasiswa diberikan kesempatan hanya satu kali seminar perbaikan dan bila belum berhasil juga mahasiswa dikenakan sanksi pemutusan studi.
7. Bagi mahasiswa yang telah lulus seminar diwajibkan melengkapi dan memperbaiki usulan penelitiannya dan ditandatangani kembali oleh pembimbing dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai usulan penelitian untuk tesis. Hasil perbaikan harus diserahkan kepada ketua program untuk mendapat surat ijin melaksanakan penelitian.

PENELITIAN
1. Penelitian dilakukan setelah lulus seminar dan perbaikan usulan penelitian yang telah disetujui oleh pembimbing dan penelaah.
2. Pembimbing dapat melakukan supervisi (bila diperlukan) ke lokasi penelitian untuk melihat keabsahan penelitiannya.

SEMINAR PRATESIS
1. Untuk lebih meningkatan kualitas tesis, maka setiap mahasiswa diwajibkan melaksanakan seminar pratesis dari draft naskah tesis sebelum ujian tesis.
2. Seminar pratesis merupakan tes formatif, saran perbaikan pengumpulan, penyusunan, dan pengolahan data penelitian.
3. Seminar pratesis dihadiri oleh komisi pembimbing dan anggota yang ditunjuk oleh program

TESIS DAN PENILAIAN UJIAN TESIS
1. Tesis adalah karya ilmiah akhir mahasiswa yang dibuat berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode dan kaidah penelitian yang berlaku dan bukan suatu studi literatur
2. Tesis harus mempunyai nilai manfaat praktis yang seimbang dengan sumbangan ilmiahnya.
3. Tesis adalah karya ilmiah asli mahasiswa yang dinyatakan dengan pernyataan bermeterai tentang keasliannya.
4. Sidang ujian akhir lisan terbuka untuk mempertahankan tesis dapat dilaksanakan apabila mahasiswa memperoleh IPK untuk perangkat mata ajar sekurang-kurangnya 3,00 dan naskah tesisnya telah disetujui oleh para pembimbingnya.
5. Ujian tesis hanya dapat dilaksanakan bila para penguji (pembimbing dan penelaah) sudah sepakat akan kelayakan uji naskah tesis.
6. Ujian tesis dihadiri sekurang-kurangnya 5 orang yang terdiri dari jumlah variasi masing-masing unsur pembimbing dan penelaah.
7. Pada akhir ujian tesis semua skor yang berupa angka mutu dengan kisaran 0,00 – 4,00 dikumpulkan dan dihitung dengan perincian: Nilai pembimbing adalah 60% dan nilai penelaah 40%.
8. Angka kelulusan serendah-rendahnya 3,00.
9. Ujian tesis hanya diberi kesempatan 2 (dua) kali dalam kurun waktu yang disepakati.

YUDISIUM
Yudisium dilaksanakan pada saat ujian tesis selesai.

SANKSI AKADEMIK
1. Sesuai dengan peraturan yang dianut Universitas Padjadjaran, sanksi akademik dikenakan kepada mahasiswa yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam proses belajar mengajar, baik akademik maupun non-akademik, atau melanggar hukum (misalnya melakukan tindakan kriminal) atau melakukan perbuatan tidak bermoral.
2. Berat ringannya sanksi akademik ditetapkan (berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku) oleh suatu Dewan Pertimbangan yang terdiri atas Asisten Direktur I sebagai ketua, Ketua Pembimbing dan Koordinator S2 untuk diteruskan ke Direktur Program Pascasarjana dan/atau Rektor Universitas Padjadjaran.

Pendaftaran :
Waktu Pendaftaran des-2012 (melalui SMUP)
Materi Ujian: Tes Kemampuan Belajar, Tes Kemampuan Bhs Inggris, Psikometri dan Wawancara.

Registrasi online (smup.unpad.ac.id)
Untuk Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan langsung ke:
Sekretariat Studi Magister Kebidanan Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran UNPAD
Gedung FK UNPAD Lt.4 Jl. Eijkman No.38 Bandung
Telp/Fax : 022-2037824,





sumber : http://smup.unpad.ac.id/

PERMENKES Ri NOMOR 1796/MENKES/PER/VIII/2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796/Menkes/Per/Viii/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan, merupakan pengganti dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161/Menkes/Per/I/2010 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.

Permenkes tersebut menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebelum tenaga kesehatan tersebut melaksanakan tugas keprofesiannya.

Beberapa point penting yang harus menjadi perhatian bagi kita, perawat adalah sebagai berikut:
1. Bagi seluruh Lulusan pendidikan keperawatan sebelum tahun 2012, maka pemutihan STR dapat diperoleh tanpa harus melakukan Uji Kompetensi dan berlaku selama 5 (lima) tahun sedangkan bagi lulusan minimal tahun 2012, untuk mendapatkan STR harus melalui Uji kompetensi.

2. Untuk mendapatkan pemutihan STR tersebut,setiap tenaga kesehatan mengusulkan permohonan kepada Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) dengan melampirkan hal-hal sebagai berikut :
1. Ijasah terakhir yang dilegalisir (SPK, D3, Ners, Ners Spesialis)
2. Pas Foto ukuran 4×6 latar belakang merah,sebanyak 3 lembar

Bagi Perawat di masing-masing Provinsi, silahkan berkoordinasi dengan PPNI, baik di komisariat maupun di kabupaten kota untuk melakukan pengajuan STR secara kolektif

3. Pengurusan STR tidak dipungut biaya sepeserpun

Sebagaimana tercantum dalam BAB II pasal 5 bahwa partisipasi tenaga kesehatan tersebut dapat digunakan sepanjang telah memenuhi Persyaratan perolehan Satuan Kridit Profesi. Perolehan Satuan Kridit Profesi harus mencapai minimal 25 (dua Puluh Lima) Satuan Kredit Profesi Profesi) selama 5 (lima) tahun.