Assalamu`alaikum

Assalamu`alaikum
"Tuhan, aku sadar hidup hanyalah perjalanan sementara, maka izinkanlah aku mengisi waktu yang sementara ini dengan kebaikan & kebahagiaan cinta kasih yang Kau Ridhai. Dan kembali pada Mu dengan segala keberkahan"

Minggu, 17 Maret 2013

“KORIDOR CINTA DARI TUHAN”



 Sebelas tahun berlalu, tapi aku masih bertanya apa aku  masih bisa lari atau tidak dari koridor yang  sudah Tuhan tetap kan, bahwa aku adalah seorang ibu dari  dua orang anak dan seorang istri yang rasa cinta kepada suaminya masih dipertanyakan. Aku tidak pernah tau bahwa hati ternyata bisa  enggan bernegosiasi ketika di paksa untuk menolak apa yang dirasakannya.
Tidak tau apa yang terjadi, pagi itu mood ku benar-benar buruk. Mungkin dalam  masa PMS wanita, karena jadwal datang bulan ku  memang sebentar lagi. Hari  itu hari sabtu jadwal kerja yang paling cepat pulang, tapi aku ada kelas  jam 10 pagi, dan hingga jam  menunjukan pukul 08:45 aku juga belum selesai menangani pasien yang mengalami kecelakaan di depan rumah ku, karena harus dilakukan penjahitan  luka dibagian  tangan, jadi butuh waktu yang tidak sebentar dalam penanganannya.
      Akhirnya jam 09:30 semua urusan pasien selesai, giliran aku mempersiapkan diri untuk pergi, untungnya jarak antara rumah dan kampus tempatku  bekerja tidak terlalu jauh, tapi tetap saja akan terlambat beberapa menit dari  jadwal yang telah di tetapkan. Suamiku yang setiap akhir pekan  libur, juga membantu mempersiapkan sarapan ku, dia membelikan sarapan dan  membuat segelas susu untuk ku.
            “Ma, sarapan dulu ni, dari tadi belum  makan, nanti sakit” ajak suami ku yang mungkin pusing melihat ku mondar-mandir di rumah karena dikejar waktu .
“hhhhhmmmmmh….udah  lha, di kampus aja nanti, udah  telat ni ” jawab ku, yang sibuk menyiapkan pakaian dan segala hal yang akan di bawa.
“udah  papa siapin ini ma, nanti gak ada tenaga, ayo pokoknya harus sarapan dulu sini” paksa suami ku, sambil menarik tangan ku.
“hhhhhaaddduuhh….apasih pa, mama udah telat ini, jangan di ganggu dulu” tanpa sadar aku membalas cetus niat baik suami ku, dan kembali mempersiapkan semua.  Suami ku hanya diam dan menggelengkan kepala tanda dia membiarkan egoku menang dari sikap sabarnya.
Sebelum pergi aku pun sarapan seadanya, karena waktu tidak memungkinkan aku untuk menghabiskan sarapan. Di perjalanan aku pun berfikir, kenapa sampai sekarang aku masih membiarkan ego ku semena-mena dengan suami yang sangat mencintai aku. Mungkin karena aku tau  dia sangat mencintaiku dan tidak akan pergi meninggalkanku apapun yang terjadi, atau karena hati ku memang tidak bisa dipaksa untuk sepenuhnya berikan pada dia.
Sekilas aku  melihat pesta pernikahan, Aku teringat dulu, saat suami ku mempertahankan aku sendiri ketika pihak keluarga nya tidak menyetujui pernikahan kami karena alasan, aku yang pernah  membatalkan  rencana pernikahan  yang sudah  kami susun, dan  tanpa berfikir panjang aku yang bekerja di Medan  pergi ke Jakarta untuk mencari keyakinan hati, dan beberapa bulan kembali ke Medan  suamiku masih menunggu ku, dan  meyakinkan keluarganya bahwa aku pergi untuk alasan yang baik dan kedepannya tidak akan terulang lagi kesalahan yang sama.
            “Tuhan,  perjuangan nya yang sedemikan rupa, kenapa   Kau enggan  membantuku untuk meluluhkan  hati  ini  menyediakan sebuah ruang untuk mencintainya sepenuh hati,  Kau telah tetapkan aku untuk tetap berjalan di koridor  yang telah Kau  tentukan ini !” Tiba-tiba terbsesit  do`a di hati ku .
Pukul 10:35 aku  pun tiba di kampus dan mulai berkatifitas lagi, ternyata banyak kegiatan yang dilakukan di kampus sampai siang hari, dan  jika difikrkan ulang seandainnya aku tidak sarapan  mungkin aku bisa jatuh pingsan karena tidak ada waktu kosong sampai pukul 14:00 .
            Sorenya  setiba aku pulang kerja, aku  lihat mobil suami ku tidak ada. Aku tau suami ku pergi dari tadi siang sebelum aku pulang kerja, tapi aku tidak bertanta-tanya dalam hati dia kemana.
“pasti dia keluar ke tempat temannya” fikir ku santai. Tapi memang  biasanya dia mengajak anak-anak jalan, mungkin sekali-kali dia ingin pergi sendiri.
Seperti biasa aku  mengajak anak-anak bermain di halaman  rumah, aku pun bisa sambil membersihkan halaman rumah dan menata  bunga-bunga. Tiba-tiba Hp ku berdering menandakan masuk sms,
“Lina, aku lagi  ada sedikit masalah, perlu teman curhat untuk kasih solusi. Kamu ada waktu  gak di telfon ? By; Fredddy” isi sms dari Freddy..
Aku sedikit kaget, karena sudah hampir setahun kami tidak ada  komunikasi lagi dan mungkin sibuk dengan keluarga dan urusan masing-masing.
“Ya boleh, aku  lagi santai di rumah” balas ku, dan freddy pun langsung menelfon.
 Dan dia langsung  menceritakan  masalah yang ada, aku sebagai mantan pacar yang sekaligus teman baiknya berusaha  memberikan solusi terbaik untuk setiap masalah nya, terkadang jika aku  ribut dengan suamiku, aku juga sering meminta solusi dari dia.
Aku memang belum  hilang kontak dengan freddy, kami masih seperti sahabat. Dia akan cerita ketika dia ada masalah , begitu juga aku. Aku tidak tau apakah suami ku tau tentang hubungan kami atau tidak , tapi aku tetap berusaha menjaga perasaannya, untuk tetap menjaga jarak dan komunikasi yang terbatas dengan freddy.
            Seusai Freddy menelfon, aku pun mengajak anak-anak masuk karena sudah mulai senja. Dan sampai pukul 19:20, usai makan  malam suamikku juga belum menunjukan tanda-tanda pulang, aku  pun  tidak mencoba menghubunginya, aku  menonton TV sekalian menunggu nya pulang.
Tiba-tiba aku teringat ketika Freddy menelfon  tadi, dan aku pun  kembali teringat masa-masa lalu yang terjadi dan tenggelam dalam lamunanku. Sebenarnya freddy lha sosok yang membuatku  membatalkan rencana pernikahan  dengan suamiku, dia datang lagi dan aku tau perasaan kami belum hilang.
 Aku yang berada di Medan dan dia di Jakarta, mungkin karena jarak yang terlalu jauh, membuat kami tidak pernah yakin untuk membuat komitmen khusus dalam  hubungan, semenjak  dia pindah ke Jakarta dan  mulai dari itu hubungan kami terasa sulit dan akhirnya kami meilih untuk putus.
Selama kami putus, Freddy pernah berkunjung ke Medan, aku bertemu dia, kami saling jujur bahwa masing-masing dari kami punya pasangan, tidak bisa di pungkiri satu sama lain dari kami masih punya perasaan yang sama, dan akhirnya kami berusaha untuk menjaga perasaan dan meyakinkan hati untuk melepas pasangan kami dan kambali bersama pada waktu yang tepat. Walau kami tidak bisa pastikan itu kapan.
Aku tidak pernah  merasakan siapapun hadir di hidupku termasuk Frans (suamiku) ketika aku bersama Freddy, aku tidak pernah membayangkan siapa-siapa ketika dia berada di sisiku, bagaimana aku berusaha untuk menolak perasaan ini, menjaga hati ku untuk Frans tapi tidak juga pernah berhasil.
Hilang  kemudian kembali, Hilang dan kembali lagi, dan hilang dalam waktu yang cukup lama begitulah keadaan hubungan ku dengan Freddy, sehingga aku lebih cenderung dengan Frans dan  menghabiskan waktu bersama sehingga terciptalah  rencana pernikahan pertama kali yang sebenarnya masih aku ragukan.
            Aku masih teringat, ketika aku lari ke Jakarta untuk dua tujuan. Memang pada awalnya aku ke sana untuk urusan kerjaan dan kuliah, urusan  yang kedua aku ingin memastikan bahwa harapan ku pada Freddy memang tidak ada lagi, kemudian aku harus bisa merelakannya.
Setiba di Jakarta aku kembali berjumpa dengan Freddy dengan status kami yang masih bersama pasangan masing-masing, dan ternyata ketika kami berjanji untuk perjumpaan berikutnya, dia menghilang tanpa memberi kabar, aku mencoba menghubungi dan akhirnya aku tau dia bersama pacarnya.
Mungkin terlalu bodoh untuk aku mempertahankan ini, aku berfikir cukup lama dan selesai urusan kerjaan dan kuliah ku, aku pun kembali ke Medan dengan membawa perasaan campur aduk, sakit hati,  marah, semua bercampur di hati, seharusnya beberapa bulan di Jakarta menjadi  waktu liburan dan mengumpulkan ilmu bagi ku, tapi semua keadaan berbalik menertawakan kebodohan ku.
Sepulang nya aku  ke Medan, aku hanya ingin sendiri, fokus dengan diri ku sendiri dan hidupku, tanpa bayang-bayang freddy dan juga Frans (suamiku), aku membuang semua kenangan ku dengan Freddy sampi nomor ponsel nya ku hapus, dan aku  pun mengganti nomor. Tapi di sela kekosongan waktu ku, Frans tetap berusaha masuk ke dalam hidupku dengan segala kesabaran dan perhatian nya, aku berfikir mungkin  memang dia lah  pilihan  terbaik yang Tuhan berikan untuk ku.
            Seiring waktu, aku pun menerima lamaran Frans, dia yang sudah memperjuangkan aku, dari semua masalah ku, dari keengganan keluarga nya menerima ku kembali atas kesalahan ku yang lalu. Pasti sangat tidak adil jika aku mengabaikan semua perjuangan nya, walau hati masih ragu tapi tetapkan untuk memilih.
            Persiapan pernikahan untuk kedua kalinya pun terlaksana, aku tidak tau apa yang aku rasakan, aku hanya pasrah dengan Tuhan, baru ku sadar sebagaimanapun  kita berjuang jika memang tidak di jodohkan Tuhan selamanya aku tidak bisa bersama Freddy, begitu juga sebaliknya aku dengan Frans.
Jelang beberapa hari resepsi pernikahan, aku jatuh sakit tidak tau apa penyebabnya, yang pasti  hati ku  merasakan hal yang tidak nyaman. Aku pun merawat diri sendiri di rumah, sambil memandang infuse yang terus menetes, aku memikirkan hal-hal yang pernah terjadi dengan Freddy, aku pun berfikir untuk menelfon nya, walau  nomor nya di hapus dari kontak Hp ku, aku lupa bahwa aku hafal nomor Hp nya.
            Seperti tersambar petir, hati ini langsung tersentak mendengar suaranya. Awalnya aku tidak ingin bersuara, tapi tanpa berbicara Freddy tau bahwa aku yang menelfon. Pembicaraan kami langsung panjang, dia marah dan kecewa kenapa dulu aku langsung menghilang tanpa mau mendengar penjelasannya.
            “aku akan menikah hari Minggu ini, mungkin ini ketetapan Tuhan”  ucapku, ketika dia sudah menjelaskan semua permasalahan yang lalu. Dan ternyata Freddy benar-benar berusaha meninggalkan  pacarnya ketika aku hilang, dia berusaha mencari tau  tentang aku tapi tidak juga dapat, dan sekarang dia sendiri.
“Baik, aku akan ke Medan, Kamu persiapkan semua baju kamu, bawa apa pun kebutuhan yang menurut kamu perlu, kita menikah di Jakarta, setelah menikah kita kembali ke Medan untuk beritau semua keluarga, aku tunggu kamu hari rabu di bandara dari penerbangan awal sampai penerbangan akhir, aku tetap nunggu, aku  gak  mau  ini jadi kesalahan untuk kesekian kali” Jelas Freddy dengan tegas.
“Aku akan fikirkan lagi” tanpa sadar aku menjawab dengan jawaban menggantung, bahkan aku tidak sadar, seharusnya aku menjawab “TIDAK MUNGKIN atau MUSTAHIL, karena pernikahan ku tinggal seminggu lagi.
Aku tidak tau apa yang harus aku fikirkan, ini hari selasa dan besok Rabu  Freddy akan menjemputku, rasanya aku  mau  mati dengan keadaan ini, keadaan yang memaksa ku untuk tidak bisa melakukan apa-apa, tapi pasrah juga membuatku tambah sakit.
            Dengan sadar aku melepas infus ku dan mengambil koper serta menyusun baju-baju yang memang di butuhkan untuk pernikahan, aku tidak tau apa yang akan terjadi, tapi yang aku tau aku merasakan kebahagiaan dan semangat ketika Freddy kembali ke sisiku. Aku ingin berjuang untuk yang terakhir kali setelah aku kalah dari kebodohanku karena dulu melarikan diri dari Freddy, membiarkan Frans tetap masuk dalam hidupku walau hatiku ku menolak, dan sekarang aku harus mengambil keputusan.
Jam menunjukan pukul 13:00, aku harus meninggalkan rumah secepatnya dan tinggal di tempat lain sampai besok, karena biasanya  Frans akan berkunjung ke rumah sore atau malam. Pakaian sudah siap, begitu juga aku yang sedang duduk dan menenangkan diri dengan kondisi tubuh yang masih lemah untuk berfikir bahwa yang aku  lakukan saat  ini, adalah perjuangan ku terakhir untuk mengikuti apa yang aku rasakan.
            Tapi tiba-tiba di tengah aku berfikir, terdengar suara mobil datang, hati ku mulai tidak karuan, dan tidak ku sangka bahwa Frans sudah ada di depan rumah.
            “Tumben datang siang-siang ?” Tanya ku dengan nada datar dan sedikit lemas.
“Mau bawain makan siang aja, sekalian  nyampein pesan mama, kalo baiknya, mulai malam ini kamu  tinggal dirumah aja, kalo sendiri disini bakal tambah repot kalo kamu gak sembuh-sembuh, siapkan aja apa yang perlu, biar gak bolak-balik nanti waktu  pulang ke tempat kamu” ucap Frans dengan sejels-jelasnya, dan  ini merupakan penjelasan yang paling sulit aku mengerti.
            “oh.. iya, aku siapin dulu” aku pun semakin ingin pingsan rasanya, linglung, ingin lari, ingin berteriak pada Tuhan.
“AKU HARUS BAGAIMANA ……!!!!!!, Tuhan  hati ku tidak pernah ada di jalan ini “Tuhan, !!!!!! Kalo aku bisa menjerit saat ini aku pasti menjerit, kenapa semua ini, apa memang ini jalan nya. Aku Cuma  minta untuk bisa merelakan semua, dan semoga hati ini bisa berubah ” !!!!” do`a ku dalam hati, dan rasanya ingin marah dengan Tuhan tapi tidak mungkin.   
Dan akhirnya aku  mengeluarkan koper yang sama  sesuai apa yang sudah di persiapkan, tapi dengan tujuan yang berbeda. Dalam perjalanan pun aku hanya tertidur dan menahan tangis di hati, mungkin Frans menyangka aku diam karena sakit, tapi dia tidak tau bahwa hati ini lah yang paling merasa sakit untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahan ku.
Seandainya saat ini Frans bertanya “apakah kamu bahagia akan menikah dengan aku” pasti aku langsung menjawab “maaf, tidak. Maaf sekali, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku” dan jika dia relakan aku pergi, itu lah kebahagiaan ku terbesar.
Tapi Frans tidak demikian, dia memperjuangkan sampai detik ini, tanpa memperdulikan dan mempertanyakan apa yang di perjuangkannya. Dan memang kesalahan ku memberi harapan untuk semua perjuangan itu.
Aku kembali hilang kontak dengan Freddy, aku tidak tau dia datang menjemput atau tidak, yang pasti di hari pernikahan aku berusaha untuk tidak memikirkan nya dan tetap tersenyum. Melihat semua orang tersenyum bahagia, terutama Frans suamiku, yang paling terlihat kebahagiaan di wajahnya.
Setelah  hari pernikahan, aku minta izin untuk tetap tinggal di rumah orang tua ku beberapa harim dan Frans kembali ke Medan sendiri.  Beberapa hari aku dirumah, aku tidak ingin ada bayangan  tentang Freddy, aku hanya konsentrasi bagaimana mulai menata hati untuk menjadi isri yang baik. Dan tiba-tiba aku kedatangan tamu saat aku duduk santai di depan rumah.
            “Bagaimana kabar yang sudah menikah?” terdengar suara Freddy membuyarkan lamunanku.
“hei,, kamu Fred, dari mana aja kamu!!!” sapa ku, menutupi kegugupan ku.
Dan sore itu pun, kami mengobrol panjang, mengutarakan apa yang selama ini tertahan, walau tidak ada lagi yang bisa di harapkan dan tidak perlu juga disesali, kami tidak ingin semua tertahan di dalam hati dan bisa  menjadi.penyakit dalam hati.
            “Mungkin ini ketetapan Tuhan. Tapi ada hal yang perlu kamu tau” ucap Freddy serius.
“hal apa? Udah langsung aja lha” desak ku penasaran.
  “Yang paling aku  rugikan, waktu aku pulang jemput ke Medan,  aku jadi bolos kerja padahal lagi ada proyek  besar di kantor, dan bos ku marah-marah aku jadi di pecat, & waktu aku pulang harga tiket pesawat lagi melunjak naik, malah yang  mau di jemput udah pigi kawin dengan orang lain. Rugi besar lho aku lin gara-gara mu!” Ujar Freddy dengan nada ringan bercanda, walau aku tau itu lah memang kenyataannya.
“hahahahaha, itu resiko mu. Yang pasti sekarang jangan ada yang nyimpan harapan lagi, karena berharap untuk saat ini, sama aja berharap untuk kematian pasangan kita” jelas ku untuk menutup obrolan tentang hubungan kami.
Dan hari itu juga, kami berusaha untuk konsisten dengan pilihan kami, yang lebih tepat nya untuk pasrah dengan takdir Tuhan, walau dalam hati masih tersimpan tanda tanya.  Dan sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa Tuhan tidak membantuku untuk mengalihkan perasaan  ini pada masa lalukku, dan  nyatanya aku harus berada pada koridor yang Dia tetapkan, bahkan aku benar-benar tidak bisa lari.
Sudah sebelas tahun aku hidup dengan suamiku dan berusaha mencintai nya berusaha untuk tidak mengingat siapa dan apa yang ada di masa lalu. Tapi hati benar-benar tidak bisa menipu,, bahwa Freddy masih ada di hatiku. Suami ku yang selalu ada untuk ku, yang selalu mengalah ketika ego ku mulai berkuasa, dia memang sosok  suami yang tegas dan berkomitmen, tapi sikap mengalahnya cenderung menutupi semua keegoisanku.
Lama aku berkhayal tentang masa lalu ku,  jam menunjukan pukul 22:40, anak-anak sudah  tidur. Dan aku  pun  mulai mengantuk, awal nya aku bersiap untuk segera tidur, tapi aku mencoba untuk menghubungi suamiku dan nomor nya tidak aktif. Hingga aku berusaha menghubungi kembali sampai tangah malam, dan akhirnya aku tetidur.
Jam 4 pagi aku di bangunkan oleh Nae  anak kedua ku yang masih berusi 4 tahun. “ma, Nae bobo` dengan papa y” bujuk Nae yang masuk ke kamarku dan langsung mendekati tempat tidur.
Tapi ketika dia lihat bahwa aku sendiri “lho.. papa belum pulang ya ma?” dia pun tetap tidur di samping ku.
“belum sayang, sini Nae tidur dengan  mama aja, papa belum pulang, besok pasti pulang, kata papa mau  nginap tempat temen nya dulu, sekarang kita tidur lagi ya” sambil memeluk Nae, aku pun mencoba tidur lagi, dan sekilas aku  memikirkan suami ku, kemana dia, apa dia marah, baru kali ini dia pergi lama tanpa kabar, mungkin dia perlu waktu sendiri, aku pun berfikir tenang walau tersirat di hati perasaan khawatir.
Pukul 06:15 aku dibangunkan oleh bunyi telfon. Aku pun langsung tersentak bangun, dan langsung mengangkat telfon. Aku kira aku masih di dalam mimpi mendengar bahwa pihak Rumah Sakit umum menghubungi  karena suamiku kecelakaan.
Tapi suara tangis Nae karena mimpi buruk, menyadarkan aku bahwa aku sudah bangun dan sekarang berada dalam kehidupan  nyata,  ini semua bukan mimpi. Aku pun kembali bertanya dengan pihak RS untuk informasi yang lebih lengkap.
 Bagaikan di lempar petasan di telinga, saat aku mendengar semua ini. Aku pun kembali ke kamar menenangkan Nae dan  membangunkan Ray anak sulung ku yang berusia 9 tahun, untuk menjaga adik nya dan tetap tinggal di rumah.
Aku tidak mengatakan terlebih dahulu pada anak-anak apa yang terjadi, aku langsung bersiap ke RS, dan menelfon adik ipar ku untuk  menjaga anak-anak di rumah dan beritau keluarga apa yang terjadi. Sesampai nya di RS, aku hanya berusaha menguatkan diri untuk apa yang akan aku lihat.
“saya istri pak Frans” aku pun langsung mendekati perawat yang bertugas disitu.
 “silahkan bu, di sini, Pak Frans korban kecelakaan lalu lintas, pada pukul 01:00 dini hari di daerah padang bulan, tapi karena  lama di identifikasi kasus  kecelakaannya penangananya juga sedikit terlambat, dan kini masih di tangani dokter mungkin sebentar lagi tau hasil pemeriksaannya” jelas perawat.
 “Terima kasih sus” jawab ku singkat.
            Aku juga di pertemukan dengan beberapa polisi untuk minta informasi lengkap bagaimana kronologi kecelakaannya, dan untuk  memberi keterangan keluarga.  Dan  akhirnya  aku tau, Frans pulang dari rumah sahabatnya, dan aku tau karena dulu pernah di ajaknya kesana.  Karena  sudah terlalu  malam dia mengemudi dengan kecepatan tinggi dan akhirnya mobilnya tidak terkendali dan meluncur ke luar jalur.
Beberapa saat kemudian aku di pertemukan dengan dokter, dan di izinkan untuk melihat suamiku. Ingin menjerit rasa nya ketika dokter harus mendiagnosa bahwa suamiku Koma karena benturan yang kuat menimbulkan pembekuan darah yang sangat hebat di kepalanya. Aku melihat suamiku terbaring di ruangan ICU dengan berbagai macam selang dan perban di tubuhnya, betapa tidak berdaya dia sekarang.
Aku langsung teringat  terakhir melihat wajah nya yang sehat, ketika dia memaksa ku untuk sarapan, aku teringat ketika  Nae anak ku tidak bisa tidur mengingat papa nya yang belum pulang, dan sampai menjadi mimpi buruk. Begitu kuatnya kontak batin mereka, tapi aku tidak peka dengan apapun yang terjadi padanya, bahkan rasa khawatir yag hadir di hatipun aku abaikan.
“Tuhan,,,,  terbuat dari apa hati ku ini ? hingga harus terjadi seperti ini untuk menyadarkan kerasnya hati ku. Apa ini masih peringatan agar aku harus bisa berubah setelah  suamiku kembali sehat ? atau sudah menjadi  ganjaran, yang  keadaannya  tidak mengizinkan aku untuk bersama suami ku lagi?” Aku bertanya pada Tuhan, dalam  isak tangis sambil memandangi suamiku.
Apa selama ini aku berada di atas awan, dan tidak menyadari bahwa kabut bisa saja datang, bahkan petir bisa juga menyambarku, karena sampai saat ini aku masih merasa bahwa suamiku tidak akan meninggalkan ku karena perasaan cintanya yang sudah mendarah daging. Tapi ego ku selalu menutupi, ego yang meraja dalam diri dan tidak pernah mampu aku kuasai. Dan sekarang kabut itu datang bersamaan dengan petir untuk melemparkan ku dari atas awan, dan meruntuhkan keegoisanku selama ini.
 Andai belum terlambat, aku ingin berusaha berjalan di koridor yang Tuhan tetapkan dari awal  karena yang berjalan selama  ini hanyalah jasad ku, tidak ada hati, tidak ada perasaan ku di sana. Aku berusaha untuk tidak lemah, tapi aku sadar bahwa semua ini memang membuat aku lemah.
Harus nya aku yang berjuang untuk mempertanggung jawabkan semua harapan yang telah ku beri untuk dia yang selama dia memperjuangkan cintanya untuk ku. Tapi nyata nya, aku  mempertahankan dan  merawat perasaan ku untuk bayangan masa lalu, yang harus nya aku relakan semua itu pergi, aku bahkan membiarkan diriku tenggelam dalam bayangan Freddy.
“Tuhan, betapa tidak adilnya aku membuat semua ini, padahal jelas bahwa Frans lelaki terbaik yang Kau kirimkan untuk menemani hidup ku, untuk menjadi papa dari anak-anaku, dan aku memungkiri ketetapan Mu, aku berjalan melawan arus dengan menyesali hal-hal yang lalu, dengan tidak merelakan  kesalahan masa lalu ku, dengan tidak bertanggung jawab dengan pilihan ku.
Saat  ini  aku  ingin berusaha,  ketika sekarang aku  sangat merasa takut jika suami ku benar-benar meninggalkan ku. Aku hanya bisa berdoa saat ini dan menunggu, bahwa ini bukan sekedar  perasaan butuh  tapi juga perasaan sadar yang aku  harap ini menandakan bahwa memang ada cinta di hati ku untuk Frans suamiku untuk Frans Lelaki terbaik dari Tuhan untukku.
________oo________

KORIDOR CINTA DARI TUHAN

Aku menyesali kelemahan ku, Karena melepaskan harapankku
Aku menyesali kekurangan ku,
Karena menghindari tanggung jawab atas pilihan ku
Tuhan, banyak koridor di sana, Aku harus kemana?
Tuhan membiarkan hatiku memilih
Aku keliru, dan tidak yakin tapi tetap memilih
Tuhan, aku salah memilih, aku harus bagaimana ?
Tuhan membiarkan aku tetap berjalan pada koridor yang ku pilih
Aku berjalan lemah dan ingin berbalik memutar arah
Tuhan, aku ingin lari dari semua ini.
Tuhan tidak mengizinkan ku lari dari tanggung jawab

Dan akhir nya aku sadar, Bahwa aku yang salah
Kesalahan ku untuk tidak bersabar
dan bertahan dari apa yang aku rasakan
Kesalahan ku karena gegabah dalam memilih
Kesalahan ku karena semena-mena lari dari tanggung jawab.
Kesealahan ku untuk tidak berusaha dan yakin
bahwa apa pun yang terjadi inilah koridor yang Tuhan tetapkan agar aku terus berjalan
dan kesalahan ku terbesar ketika aku berusaha keras berjalan berlawana arah,
tanpa menyadari selalu ada kebahagiaan di setiap koridor yang Tuhan ciptakan
jika aku mampu membuka ruang hati ku untuk ikhlas dan mengalahkan keegoisan ku.
___ooo___


The True Story Of Mrs. Mln .S
 Created By : M. A Sofyrah   


Jumat, 15 Maret 2013

Gangguan Epigastrik

SIKKAHODER: Nyeri ulu hati : macam penyakit penyebab nyeri Epi...: PENYEBAB NYERI EPIGASTIK PENDAHULUAN Nyeri merupakan pengalaman sensorik multidimensi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan...

Minggu, 10 Maret 2013

Prosedur STR Bidan

surat tanda registrasi bidan (STR) Berdasarkan Permenkes no.1796 tahun 2011 tentang Registrasi tenaga kesehatan. Diwajibkan kepada seluruh tenaga kesehatan termasuk Bidan untuk memiliki surat izin/surat tanda registrasi. 
Sesuai dengan BAB VI Ketentuan Peralihan, pasal 34 pada peraturan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 
1. Bidan yang sudah memiliki SIB (surat Izin Bidan) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada, dinyatakan sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Bidan, sampai masa berlakunya habis. 
2. Bidan yang sudah memiliki SIB dan masa berlakunya habis paling lama 5 tahun setelah berlakunya aturan ini, kepadanya dapat diberikan perpanjangan STR. 
3. Bagi Bidan yang belum memiliki SIB/STR yang sudah lulus program pendidikan sebelum tahun 2012, kepadanya dapat diberikan STR sesuai dengan peraturan ini. 
4. Permohonan penerbitan STR dapat dilakukan secara kolektif melalui institusi pendidikan (bagi dosen, lulusan baru yg belum bekerja), institusi pelayanan (bidan yg bekerja di institusi pelayanan kesehatan), IBI (bidan Praktik Mandiri, lulusan yg belum memiliki SIB/STR), atau di institusi pelayanan tempat bidan bekerja. 
 PERSYARATAN STR : 
1. FotoCopi ijazah yang sudah dilegalisir 2 lembar (D1 bidan atau D3 kebidanan atau S1 Kebidanan) 
2. Pasfoto 4x6 latar merah 3 lembar 
3. Surat permohonan penerbitan STR secara kolektif di tujukan ke ketua MTKI yang di tandatangani ketua/kepala institusi. Tembusan ketua MTKP propinsi. 
4. Softcopy dalam bentuk CD berisi daftar nama pemohon, nomor ijazah, Tempat tanggal lahir. 

tanggal dan tahun lulus, asal institusi pendidikan Syarat tambahan (tidak mutlak) : 1. FotoCopi ijazah D4/S1, S2 dan S3 2. FotoCopi SIB lama (bagi yg memperpanjang) 

Cara pengirimin Berkas. 
1. Dapat diserahkan ke MTKP Propinsi masing-masing yang sudah dibentuk. Selanjutnya MTKP akan menyampaikan ke MTKI. 2. Jika MTKP propinsi belum siap dapat diserahkan langsung ke MTKI, dengan tembusan surat dan lampiran ditujukan ke ketua MTKI.

 Sumber Pengurus Pusat Ikatan Bidan http://www.ibi.or.id

Sabtu, 09 Maret 2013

Filosofi Warna Kehidupan

Di atas ada sebuah  gambar halaman  putih yang terdapat satu titik hitam. Apa yang anda fikirkan ? jika di sesuaikan dengan pepatah bisa sesuai dengan  pepatah yang berbunyi “karena nila setitik rusak susu sebelanga” atau pepatah-pepatah yang lain. Dan jika kita lihat dari sudut padang ke arah  penilaian terhadap seseorang, menjadi hal yang tidak jauh berbeda.
          Anggap satu kertas putih itu seseorang, dan titik hitam menjadi satu kesalahan yang diperbuatnya atau kekurangan yang dia miliki, secara tidak langsung yang menarik perhatian kita pastilah titik hitam tersebut, kita  lebih sering menilai seseorang  dengan satu sudut pandang, terutama pada kesalahan, dari keseluruhan bagian putih yang ada tapi tetap hanya titik hitam yang sangat kita perhatikan tanpa melihat bagitu banyak bagian putih yang berisi kebaikan. Tidak mudah di hindari, pada dasarnya sikap manusia di penuhi dengan ego, maka sangat mudah mencari kesalahan orang lain, dan enggan mencari keburukan diri sendiri, apalagi mengevaluasi untuk merevisi kepribadian masing-masing. Kita sudah menetapkan, bahwasanya salah satu hal yang paling mudah dilakukan adalah mencari-cari kesalahan orang lain.  Begitulah adanya hal yang mendominasi dalam kehidupan manusia. Anda berfikir bagaimana ? itu tergantung bagaimana anda membentuk pola fikir anda, tapi cukup kita tau bahwa kecerdasan yang nyata ketika kita mampu menganalisa setiap hal yang terjadi pada diri kita atau pada orang lain dan kita mampu mengambil sebuah pelajaran yang bermanfaat untuk diri kita sendiri dari kekurangan, kesalahan, atau kebaikan dan kelebihan yang kita temui dari sebuah kondisi.
            Sekarang kita lihat gambar tersebut sebagai filosofi kehidupan, jika kertas putih menjadi kehidupan dan titik hitam sebagai suatu kesedihan ataupun masalah, kebanyakan dari kita tetap berfokus pada satu kesedihan itu, sepertinya menjadi suatu hal yang sulit bagi kita untuk memandang keseluruhan dalam hidup kita.  Terkadang kita lupa untuk berfikir bahwa kita mampu berbuat banyak hal untuk mengisi ruang hidup yang masih putih atau juga kosong. Kita lupa bahwa banyak warna yang mampu kita ciptakan dalam kehidupan yang kita miliki.
Seperti gambar di bawah ini :


Gambar di atas hanya deskripsi yang menjelaskan suatu hal yang mampu manusia lakukan dalam hidupnya. Mungkin kita sering menikmati satu permasalahan atau satu kesedihan yang berlarut-larut, kita bahkan lupa bahwa kesedihan atau permasalah yang menjadi titik hitam dalam hidup kita hanya merupakan salah satu warna yang menghiasi kehidupan kita, tapi kita terlalu menikmati keberadaan satu titik itu, tanpa bergerak menciptakan warna-warna lain, kenyataanya kita mampu menciptakan warna merah yang membuat kita lebih berani & optimis, menciptakan wana biru yang membuat kita lebih santai dalam menikmati hidup, menciptakan wana hijau yang membawa kita dalam ketenangan, menciptakan warna kuning yang membuat hidup kita lebih ceria, dan yang terlalu sering kita lupakan, bahwa kita semua mempunyai banyak ruang kehidupan yang didasari warna putih, yang memberi kita kesempatan dalam setiap hal yang akan kita lakukan untuk mewarnai hidup kita. Semua  berawal dari kita sendiri sebanyak mana warna-warni kehidupan yang mampu kita  kumpulkan, dan Tuhan yang menghendaki keseluruhan jalannya.
            Hal utama yang perlu kita tau, bahwa Tuhan memberikan kita kesempatan dalam mengisi cerita hidup kita sendiri, hitam tidak akan membunuh semua warna yang ada, karena keberadaan hitam kita mampu melihat putih, kita bisa marasakan merah, memandang biru, kita bisa menikmati hijau, kuning dan warna-warna yang lain. Seperti hal nya kesedihan dan masalah dalam kehidupan, tidaklah sebuah masalah yang hadir akan membunuh semua jalan hidup kita, karena dari kesulitan lah kita bisa belajar, karena ada kesulitan kita bisa merasakan kemudahan, karena kesedihan kita mengenal kebahagiaan, tangisan dengan tawa, dan semua itu menjadi hal yang pasti akan kita temui dalam perjalanan hidup.

Maka warnai lah hidup mu dari apa yang kamu perbuat dan dari bagaimana kamu menerima segala kehendak Tuhan.


 ___________sekian___________

Created by : m.a sofyrah







amin: Relevansi Pendidikan Karakter dengan Metacognition...

amin: Relevansi Pendidikan Karakter dengan Metacognition...: RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN METACOGNITION DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI EMPAT PILAR BERNEGARA Kms. Muhammad Amin Fauzi ...

Lâ Tahzan


“Tinggalkan perasaan yang mengekangmu , Allah akan mengampuni apa yang telah berlalu. Rasakan dan nikmatilah yang ada, karena apapun yang berakhir seperti hal nya juga bermula”
Sikap hidup seperti itu baik sekali, yang membantu mengusir kegelisahan dan dapat membantu meraih keberhasilan dalam hidup secara umum. Sikap seperti itu juga dapat melanggengkan hubungan persahabatan dan kebahagiaan dengan keluarga. Mereka yang berwawasan luas akan dapat memahami kebiasaan manusia, dapat menduga perubahan, dan dapat memperkirakan keadaan yang samar atau yang jelas.
Tentang kegelisahan, maka orang yang berwawasan luas akan dapat memahami berbagai permasalahan, dan menyadarinya ketika sebelumnya ia ditimpa kegelisahan yang sama, atau ketika gagal mendapatkan keinginanannya. Ia menyadari bahwa inilah hukum kehidupan, dan apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, hadapilah dengan sewajarnya. Karena sesungguhnya, ketidaksenangan seseorang pada sesuatu terkadang justru dapat membawa kebaikan padanya, dan sebaliknya sesuatu yang kita suka justru akan membawa kesengsaraan, ingatlah bahwa kebaikan itu adalah apa yang dipilihkan Allah.
Sebuah kisah seorang yang terpotong kakinya pada sebuah tragedi dalam hidupnya. Dr.Aidh datang kepadanya untuk melihatnya. Ternyata ia adalah seorang berakal dan alim. Dr.Aidh  mengatakan sesuatu padanya : “umat tidaklah menunggumu untuk menjadi seorang pelari yang lihai dan bukanlah pula sebagai petarung yang dapat memenangkan pertandingan. Namun umat hanya menunggu pendapat yang benar dan ide cemerlang dari mu. Inilah yang tersisa dari mu. Ia berkata : “segala puji bagi Allah, aku telah ditemani dengan baik oleh kakiku ini selama puluhan tahun dalam keselamatan agama yang membuat hati rela”.
{Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan dia telah terulis dalam kitab (Lauh Mafuzh) sebelum Kami menciptakannya}. (QS. Al-Hadid : 22).
Seorang ahli hikmah mengatakan : “sesungguhnya ketenangan tidak akan ada kecuali disertai dengan sikap pasrah terhadap peristiwa terjelek sekalipun. Dasar dari semua itu adalah, karena sikap pasrah akan membebaskan semangat dari belenggunya” kemudian dia berkata : “oleh karena itu, ribuan orang telah menghancurkan hidupnya dengan kemarahan, karena tidak dapat pasrah dengan kenyataan yang pahit dan menolak menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Bukan berusaha membangun cita-citanya dari sesuatu yang baru, yang dilakukan justru bertempur dengan masa lalunya yang hitam. Dan mereka terlena oleh kegelisahan yang panjang”.
{Barang siapa yang oleh Allah di kehendaki menjadi baik maka ia akan di uji oleh-Nya} (Al-Hadist).
Karena itu, jangan pernah merasa gundah dan bersedih dikarenakan suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerugian harta, atau rumah terbakar. Betapapun, sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah berbicara. Usaha dan upaya dapat sedemikian rupa, tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah. Pahala telah tercapai, dan dosa sudah terhapus. Maka, berbahagialah orang-orang yang tertimpa musibah atas kesabaran dan kerelaan mereka terhadap Yang Maha Mengambil, Maha Pemberi, Maha Mengekang lagi Maha Lapang.
{Dia tidak ditanya tentang apa yang di perbuat-Nya dan merekalah yang aka ditanyai} (QS. Al-Anbiya :32)
 Syaraf-syaraf Kita akan tetap tegang, kegundahan jiwa Kita tak akan reda, dan kecemasan didada Kitatak akan pernah sirna, sebelum kita benar-benar beriman terhadap qadha` dan qadar. Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan kita temui. Maka, jangan biarkan diri kita larut kesedihan. Jangan mengira diri kita sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tak bertiup, atau memelihara kaca agar tak pecah. Adalah tak benar bila semua itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan akan terlaksanaan. Demikianlah “orang bebas memilih; boleh percaya atau tidak”.
Kita harus menyerahkan semua hal kepada takdir agar tak ditindas oleh bala tentara kebencian, penyesalan dan kebinasaan. Dan, percayalah dengan kebenaran qadha` sebelum kita dilanda banjir penyesalan. Dengan begitu, jiwa kita akan tetap tenang menjalani segala daya dan upaya dan cara yang memang harus di tempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula pernah kita berandai,
“seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya”. Tapi katakanlah, “Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia Kehendaki akan Dia lakukan” (Al-Hadist).
Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah semua tekanan dan himpitan. Dan sesungguhnya, setelah sesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.


Sumber : DR. Aidh Al-Qarni




Created By : M.a Sofyrah

Minggu, 03 Maret 2013

Energi Penyembuh dalam Al-Qur'an: Antara Sains dan Keyakinan



Pendahuluan:
Ada banyak pasien yang sembuh setiap hari karena membaca al-Qur'an. Kita tidak bisa menolaknya, karena kesembuhan itu benar-benar terjadi. Ini juga terjadi pada diri saya saat membaca ayat-ayat tertentu untuk penyakit tertentu, dan penyakit tersebut pun sembuh!
Setelah melakukan riset, maka salah satu hasil terpenting dari riset yang berlangsung selama beberapa tahun ini adalah: Dalam setiap ayat al-Qur'an Allah meletakkan daya penyembuh untuk penyakit tertentu apabila ayat-ayat ini dibaca dengan bilangan (pengulangan) tertentu.
Pada dasarnya, ketika kita mengamati alam di sekitar kita, maka kita menyadari bahwa setiap satuan atom itu bergetar dalam frekuensi tertentu, apakah atom itu adalah bagian dari metal, air, sel, atau apapun. Ini adalah fakta ilmiah.
Struktur dasar alam semesta ini adalah atom, dan struktur dasar tubuh kita adalah sel. Setiap sel terbuat dari jutaan atom, dan setiap atom terbentuk dari nukleus positif dan elektron negatif yang mengelilinginya. Karena rotasi ini, medan elektromagnetik dihasilkan, sama seperti medan-medan yang dihasilkan oleh suatu mesin. Gambar: Atom merupakan struktur dasar pada alam semesta dan juga pada tubuh kita. Ia bergetar secara konstan, dan itu berarti setiap benda itu bergetar dengan sistem yang seksama. Sel-sel juga bergetar dengan sistem yang seksama, dan setiap getaran di sekitar kita memengaruhi sel-sel kita. Rahasia yang membuat otak ini berpikir adalah sebuah program akurat di dalam sel-sel otak kita.  
Program ini berada di setiap sel yang melakukan pekerjaannya secara seksama. Penyimpangan terkecil pada pekerjaannya dapat mengakibatkan ketidak-seimbangan dan kekacauan pada sebagian organ tubuh. Terapi terbaik terhadap ketidak-seimbangan ini adalah merestorasi keseimbangan kepada tubuh. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel tubuh itu terpengaruh oleh bermacam-macam gelombang seperti gelombang sinar, gelombang radio, gelombang suara, dan lain-lain. Tetapi, suara apa? 
 Gambar: Masing-masing sel di tubuh kita bergetar dengan sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun pada getaran itu akan mengakibatkan sakit pada sebagian organ tubuh. Itulah kenapa sel-sel yang rusak itu harus digetarkan untuk mengembalikan keseimbangan padanya. Kita tahu bahwa suara itu terbentuk dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara dengan kecepatan 340 m/detik. Setiap suara memiliki frekuensi sendiri, dan manusia bisa mendengar suara dengan frekuensi antara 20/detik hingga 20.000/detik.  
Gelombang-gelombang tersebut menyebar di udara lalu ditangkap telinga, lalu ia berubah menjadi sinyal-sinyal elektrik, dan bergerak melalui syaraf suara menuju acoustic bark di dalam otak. Sel-sel tersebut menyesuaikan diri dengan gelombang, lalu gelombang tersebut bergerak ke berbagai bagian otak, khususnya bagian depan. Semua organ itu bekerja secara bersama sesuai seirama dengan sinyal-sinyal tersebut, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dipahami manusia. Lalu, otak menganalisa sinyal-sinyal itu dan memberikan perintahnya kepada berbagai organ tubuh untuk menyesuaikan dengan sinyal-sinyal tersebut.
Suara terdiri dari getaran-getaran mekanik yang sampai ke telinga lalu ke sel-sel otak yang menyesuaikan dengan getaran-getaran tersebut, dan mengubah getarannya sendiri. Itulah mengapa suara itu dianggap sebagai energi obat yang efektif, tergantung pada sifat suara itu dan frekuensinya. Kita menemukan energi penyembuh di dalam al-Qur'an karena ia merupakan Kitab Allah.
Dari sinilah muncul terapi suara: Suara adalah getaran, dan sel-sel tubuh itu selalu bergetar, lalu suara memengaruhi sel-sel tersebut. Inilah yang ditemukan para peneliti akhir-akhir ini. Di akhir abad 21 di Washington University, para ilmuwan menemukan bahwa kerja sel otak bukan hanya mentransfer informasi. Masing-masing sel adalah komputer kecil yang bekerja untuk mengumpulkan informasi, memprosesnya, dan memberikan perintah secara konstan. Ellen Covey, peneliti pada Washington University, mengatakan, ‘Untuk pertama kalinya kita menyadari bahwa otak tidak bekerja layaknya satu komputer besar, melainkan berisi sekian banyak komputer yang bekerja secara kooperatif. Ada komputer kecil dalam setiap sel, dan komputer-komputer tersebut dapat terpengaruhi oleh getaran di sekitarnya, khususnya suara.
Gambar: Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa di dalam tiap-tiap sel dalam otak terdapat komputer supermini di mana Allah menginstal program akurat yang mengatur sel dan mengontrol kerjanya. Eksperimen juga menunjukkan bahwa suara dapat memengaruhi sel. Ini adalah gambar sel yang terpengaruh oleh suara, dan medan elektromagnetik terbentuk di sekitarnya.  
Jadi, dapat kami katakan bahwa sel-sel tiap organ tubuh itu bergetar dalam frekuensi tertentu, dan membentuk sistem yang kompleks dan koordinatif, yang dapat terpengaruh oleh suara di sekitarnya. Penyakit yang menjangkiti suatu organ tubuh itu dapat mengakibatkan perubahan pada getaran sel-sel organ tersebut, dan pada kelanjutannya membuatnya menyimpang dari sistem tubuh secara umum. Itulah mengapa ketika tubuh dihadapkan pada suara tertentu, maka suara itu memengaruhi getaran sistem tubuh, khususnya pada organ yang tidak normal. Organ ini akan merespon suara tertentu untuk mengembalikan sistem getarannya yang orisinal, atau dengan kata lain, mengembalikan kondisi kesehatannya. Para ilmuwan menemukan hasil-hasil tersebut belakang ini.
Kronologi Terapi Suara:
Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf!
Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.
Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.
Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri! 
Gambar: suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur'an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh. 
Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari tubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medan elektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya.
Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisa memengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusia memiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lain.
Peneliti ini menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.' Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat. 
 Gambar: Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapa bacaan al-Qur'an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut! 
Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang memengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.
Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.
Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh. 
 Gambar: bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur'an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur'an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara. 
Bagaimana al-Qur'an mengobati?
Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suara ini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?
Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu informasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain? 
 Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur'an. Suara al-Qur'an dapat menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman. 
Bacaan al-Qur'an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi.
Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankan Allah kepada kita di dalam al-Qur'an al-Karim, ‘Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' (ar-Rum: 30)
 Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur'an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibat penyakit menular. 
Ayat-Ayat Obat
Setiap ayat dalam al-Qur'an memiliki daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa surat dan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir al-Qur'an.
Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda. Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ‘alau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.' (al-Hasyr: 21)
Nabi saw membaca ta'awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur'an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.

sumber:  - www.eramuslim.com 
               - http://www.akhirzaman.info