..aku,aku,aku
..siapa aku ?
..aku yang sendiri tak tau siapa aku.
..Melepas pandangan ke orang-orang
..yang berpura-pura mengenal ku.
..bahkan mereka sendiri juga tak kenal
siapa diri mereka.
..aku,aku,aku,
..Di mana aku..?
..Yang menatap macamragam tempat
..yang asing bagi ku..
..inikah dunia ??
..inikah surga ataukah neraka ?
..aku tak tau dimana ..
..aku,aku,aku..
..kemana aku?
..menunduk bingung tersesat tak ada tujuan..
..Menatap sekitar..
..wajah-wajah yang tak tersirat tujuan..
..Tuhan....
..Siapakah Hamba mu ini ?
..manusia yang tersungkur dalam kegelapan dunia..
..terjerat lemah dalam ikatan dosa..
.Tuhan,, Berilah aku secercah cahaya
..Untuk menjadi petunjuk ku, meruskan perjalanan ini..
..
Dan agar aku tau,, untuk apa aku ada..
By. M.A sofyrah...
Rabu, 30 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012
REFLECTION......
Look at me
You may think you see
Who I really am
But you’ll never know me
Every day, is as if I play apart
Now I see
If I wear a mask
I can fool the world
But I can not fool
My heart
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
When will my reflection show
Who I am inside?
I am now
In a world where I have to
Hide my heart
And what I believe in
But somehow
I will show the world
What’s inside my heart
And be loved for who I am
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
Why is my reflection
Someone I don’t know?
Must I pretend that i’m
Someone else for all time?
When will my reflection show
Who I am inside?
There’s a heart that must
Be free to fly
That burns with a need
To know the reason why
Why must we all conceal
What we think
How we feel
Must there be a secret me
I’m forced to hide?
I won’t pretend that i’m
Someone else
For all time
When will my reflections show
Who I am inside?
When will my reflections show
Who I am inside?
by : Christina Aguelera
"Jadikanlah Kehidupan mu sebagai cermin,dimana engkau mampu menunjukan apa adanya dirimu, Tak perlu menjadi orang lain dalam hidup mu sendiri,,,, tapi hendaklah jadikan cermin itu menjadi cermin yang bersih dan terang"
Created BY : M.A Sofyrah.........
Selasa, 28 Februari 2012
Aku,Bunda dan Hari spesial ayah....
Azan subuh berkumandang.
Aku tersentak, dan segera mensyukuri keadaanku
hari ini, mudah-mudahan Allah masih memberiku kesempatan memperbaiki
kesalahanku di hari kemarin. Kulihat disebelahku, sosok bidadari kecil
yang selalu menjadi penguatku. Haru selalu menyusup ke hatiku bila
kususuri garis wajah lugunya. Rasa haru yang tidak berubah seperti
ketika hampir 7 tahun yang lalu tangis pertamanya pecah dan mengubah
seluruh kehidupanku. Zia, putri kecil yang selalu membuatku bersyukur
Allah telah mengirimkannya kepadaku. Aku mengecup keningnya.
Hari
ini Rabu, 14 Januari 2009, ulang tahun ayah Zia. Aku tidak tahu apa yang
akan terjadi hari ini, tapi aku sudah membayangkan hari ini akan
menjadi hari yang berat buatku. Aku segera bangkit ke kamar mandi untuk
mengambil wudhu. Saat aku sampai di depan pintu kamar mandi yang berada
di dalam kamar, aku melihat ada yang bergerak di tempat tidur. Zia pasti
juga sudah terbangun, tapi aku tau dia pasti akan pura-pura tidur
kembali, untuk kemudian aku bangunkan seperti biasa. Sambil tersenyum
kututup pintu kamar mandi.Saat aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Zia masih pura-pura tidur. Aku segera mendekatinya.
“Assalamu’alaikum, putri cantik Bunda, bangun yuk, sholat shubuh dulu,” bisikku di telinganya. Zia menggeliat.
“Ya udah kalau enggak mau bangun, nih ada semut yang jalan mencari sarangnya,” aku menjalankan jari-jariku di badannya. Zia kembali menggeliat, kali ini dengan tertawa. Kemudian mata beningnya terbuka menatapku.
“Masih ngantuk, Bunda,” ujarnya manja. Aku segera mengusapkan tanganku yang masih basah ke wajahnya.
“Bunda juga masih ngantuk, tapi sholat itu kan kewajiban, Sayang. Nanti kalau mau bobo lagi juga gak pa-pa. Yuk,” ajakku menarik tangannya.
“Gendong Bunda,” ajuknya, aku segera bangkit.
“Iya, habis gendong Zia, Bunda gak bisa jalan, pinggangnya patah, mau?” aku juga pura-pura merajuk. Zia tertawa. Aku segera menarik tangannya, dan mendorong tubuhnya ke kamar mandi.
“Bunda tunggu ya, kita sholat berjama’ah,” aku segera menutup pintu kamar mandi.
Habis sholat subuh, Zia segera bangkit dan membereskan mukenanya.
“Lho, gak do’a dulu, Sayang?” tanyaku. Zia menggeleng
“Enggak Bunda, Zia mau menghapal senam dulu, nanti ditanya pak guru,” Zia segera membawa mukenanya ke kamar.
“Ya udah kalau enggak mau bangun, nih ada semut yang jalan mencari sarangnya,” aku menjalankan jari-jariku di badannya. Zia kembali menggeliat, kali ini dengan tertawa. Kemudian mata beningnya terbuka menatapku.
“Masih ngantuk, Bunda,” ujarnya manja. Aku segera mengusapkan tanganku yang masih basah ke wajahnya.
“Bunda juga masih ngantuk, tapi sholat itu kan kewajiban, Sayang. Nanti kalau mau bobo lagi juga gak pa-pa. Yuk,” ajakku menarik tangannya.
“Gendong Bunda,” ajuknya, aku segera bangkit.
“Iya, habis gendong Zia, Bunda gak bisa jalan, pinggangnya patah, mau?” aku juga pura-pura merajuk. Zia tertawa. Aku segera menarik tangannya, dan mendorong tubuhnya ke kamar mandi.
“Bunda tunggu ya, kita sholat berjama’ah,” aku segera menutup pintu kamar mandi.
Habis sholat subuh, Zia segera bangkit dan membereskan mukenanya.
“Lho, gak do’a dulu, Sayang?” tanyaku. Zia menggeleng
“Enggak Bunda, Zia mau menghapal senam dulu, nanti ditanya pak guru,” Zia segera membawa mukenanya ke kamar.
Memang sejak masuk SD tahun ajaran kemarin, Zia selalu semangat bila
berhubungan dengan pelajaran sekolah. Zia pernah berjanji akan terus
menjadi juara 1 mulai dari kelas 1 ini, janji yang tidak akan pernah aku
tuntut. Namun aku tau keingnannya belajar senam saat ini karena ada
yang berusaha dihindari Zia, biasanya sehabis sholat subuh, kami do’a
dan kemudian menceritakan rencana-rencana yang akan kami kerjakan hari
ini. Mungkin ada yang tidak mau dia bahas denganku hari ini.
Saat aku selesai berdo’a, Zia keluar kamar.
“Mau senam dimana, Zi?” tanyaku.
“Di halaman belakang aja. Bunda mau ikut? Nanti ajari kalau Zia enggak tahu,” ucapnya lugu yang ku sambut dengan senyum.
“Bunda enggak tahu senam Zia itu bagaimana. Sekarang gini aja deh, Zia senam, bunda jadi penyemangatnya sambil nyiapain sarapan. Oke?” aku mengacungkan jempol sambil mengedipkan sebelah mataku.
“Oke,” ucap Zia dan membalas kedipanku.
Saat sarapan, suasana kembali sepi. Tidak ada celoteh riang Zia seperti biasa. Mungkin hari ini memang akan lebih berat dari hari-hari di 14 januari tahun-tahun kemarin.Zia telah lebih besar dan mengerti sekarang.
“Mau senam dimana, Zi?” tanyaku.
“Di halaman belakang aja. Bunda mau ikut? Nanti ajari kalau Zia enggak tahu,” ucapnya lugu yang ku sambut dengan senyum.
“Bunda enggak tahu senam Zia itu bagaimana. Sekarang gini aja deh, Zia senam, bunda jadi penyemangatnya sambil nyiapain sarapan. Oke?” aku mengacungkan jempol sambil mengedipkan sebelah mataku.
“Oke,” ucap Zia dan membalas kedipanku.
Saat sarapan, suasana kembali sepi. Tidak ada celoteh riang Zia seperti biasa. Mungkin hari ini memang akan lebih berat dari hari-hari di 14 januari tahun-tahun kemarin.Zia telah lebih besar dan mengerti sekarang.
“Nanti kita ke tempat ayah ya,” aku mencoba mengawali pembicaraan
dengan pelan. Zia diam. Dia menyendokkan nasi dengan enggan, dan tidak
menjawab aku.
“Olah raganya jam berapa, Zi?” kali ini aku mencoba topik yang lebih ringan.
“Jam delapan,” jawabnya singkat. Kemudian dia menyuapkan suapan terakhir, minum susu dan bangkit dari kursi.
“Olah raganya jam berapa, Zi?” kali ini aku mencoba topik yang lebih ringan.
“Jam delapan,” jawabnya singkat. Kemudian dia menyuapkan suapan terakhir, minum susu dan bangkit dari kursi.
Aku pun segera mempercepat sarapanku.Tiap pagi aku mengantarkan Zia dengan mengendarai motor. Saat sampai di depan sekolah, dia segera turun dari boncengan.
“Nanti bunda yang jemput Zia ya, Zia tunggu bunda aja,” ucapku setelah
Zia mencium tanganku. Aku masih melihat cemberut di wajahnya.
Biasanya sepulang sekolah yang menjemput Zia adalah Om Indra, adikku,.
Biasanya sepulang sekolah yang menjemput Zia adalah Om Indra, adikku,.
dan Zia dibawa ke rumah kakek dan neneknya menunggu sampai aku pulang
kerja dan menjemputnya disana.
“Zia enggak mau ke tempat ayah,” ucapnya pelan, bahkan nyaris tidak terdengar, tapi aku benar-benar mengerti apa yang dikatakannya. Aku menarik nafas panjang dan turun dari motor.
“Ya udah, kita enggak ke tempat ayah, tapi tetap bunda yang jemput Zia ya, bunda udah izin pulang cepat hari ini,” aku berlutut dihadapan Zia. Wajah kami sejajar, aku jelas melihat ketidaksenangan di wajahnya, tapi dia mangangguk. Aku mencium kedua pipi bulatnya. Kemudian dia berbalik, dan berlari ke balik pagar sekolah.
Jam 12.00 wib, aku sampai di sekolah Zia. Banyak anak sekolah yang menunggu jemputan, tapi aku tidak melihat Zia. Aku segera masuk ke sekolah dan menuju kelasnya. Saat hampir sampai di depan kelasnya, aku melihat ibu Reni, guru kelasnya mendekatiku.
“Ibu mencari Zia?” tanyanya ramah.
“Iya, Ibu melihatnya?” aku balik bertanya. Ibu Reni tersenyum.
“Zia ada di ruang guru, mari ikut saya,”
“Zia enggak mau ke tempat ayah,” ucapnya pelan, bahkan nyaris tidak terdengar, tapi aku benar-benar mengerti apa yang dikatakannya. Aku menarik nafas panjang dan turun dari motor.
“Ya udah, kita enggak ke tempat ayah, tapi tetap bunda yang jemput Zia ya, bunda udah izin pulang cepat hari ini,” aku berlutut dihadapan Zia. Wajah kami sejajar, aku jelas melihat ketidaksenangan di wajahnya, tapi dia mangangguk. Aku mencium kedua pipi bulatnya. Kemudian dia berbalik, dan berlari ke balik pagar sekolah.
Jam 12.00 wib, aku sampai di sekolah Zia. Banyak anak sekolah yang menunggu jemputan, tapi aku tidak melihat Zia. Aku segera masuk ke sekolah dan menuju kelasnya. Saat hampir sampai di depan kelasnya, aku melihat ibu Reni, guru kelasnya mendekatiku.
“Ibu mencari Zia?” tanyanya ramah.
“Iya, Ibu melihatnya?” aku balik bertanya. Ibu Reni tersenyum.
“Zia ada di ruang guru, mari ikut saya,”
Ibu Reni menunjuk ke satu
ruangan dan berjalan ke arah sana, aku pun mengikuti langkah-langkah bu
Reni sambil bertanya-tanya ada apa dengan Zia?
Selama perjalanan
menuju ruang guru, bu Reni cerita bahwa Zia, gadis kecilku, tadi
bertengkar dan memukul teman sekelasnya, Dodi.
Setelah ditanya Zia
mengaku bahwa Dodi selalu mengejek Zia yang tidak pernah diantar atau
dijemput ayahnya di sekolah. Tadi puncaknya saat Dodi bilang Zia tidak
punya ayah, dan Zia benar-benar marah.
Sekarang orang tua Dodi juga
sudah ada di ruang guru.Seluruh tubuhku seakan rontok mendengar
penjelasan bu Reni. Aku hanya memikirkan apa yang dipikirkan Zia saat
ini, bagaimana aku akan menjelaskan ini padanya. Ya Allah, kuatkan aku
untuk mampu menguatkan putriku, bisikku pelan.
Saat sampai di ruang guru, seorang ibu muda menghampiriku, menyalami dan menciumku.
Saat sampai di ruang guru, seorang ibu muda menghampiriku, menyalami dan menciumku.
“Maafkan apa yang telah diucapkan Dodi pada Zia ya, Bu,” bisiknya pelan. Aku mengangguk.
Hampir aku menitikkan air mata saat melihat putri kecilku menunduk menghadap meja guru, di sebelahnya anak laki-laki berbadan besar yang ku yakin bernama Dodi juga menunduk. Baju belakang Dodi kotor, mungkin Zia mendorongnya hingga terjatuh. Ya Allah, apa yang dirasakan Zia sehingga dia mampu menjatuhkan temannya seperti itu.
Hampir aku menitikkan air mata saat melihat putri kecilku menunduk menghadap meja guru, di sebelahnya anak laki-laki berbadan besar yang ku yakin bernama Dodi juga menunduk. Baju belakang Dodi kotor, mungkin Zia mendorongnya hingga terjatuh. Ya Allah, apa yang dirasakan Zia sehingga dia mampu menjatuhkan temannya seperti itu.
“Saya sudah menjelaskan pada Dodi apa yang terjadi pada ayah Zia,” ucapan bu Reni tidak lagi kuperhatikan,
Sekarang fokus perhatianku hanya menentramkan hati Zia dan menguatkan hatiku. Aku tidak boleh menangis disini, dihadapan guru, teman, orang tua teman, dan terutama di hadapan Zia. Aku harus kuat.
Aku segera memeluk Zia, dia tetap menunduk. Tidak ada air mata di pipinya, hanya kemarahan yang aku lihat masih tergambar jelas. Aku berbisik padanya untuk minta maaf pada Dodi dan ibunya, tegas Zia menjawab dengan gelengan.
Sekarang fokus perhatianku hanya menentramkan hati Zia dan menguatkan hatiku. Aku tidak boleh menangis disini, dihadapan guru, teman, orang tua teman, dan terutama di hadapan Zia. Aku harus kuat.
Aku segera memeluk Zia, dia tetap menunduk. Tidak ada air mata di pipinya, hanya kemarahan yang aku lihat masih tergambar jelas. Aku berbisik padanya untuk minta maaf pada Dodi dan ibunya, tegas Zia menjawab dengan gelengan.
Akhirnya aku minta izin membawa Zia pulang. Aku yang
mewakili Zia meminta maaf pada Dodi, ibunya dan bu Reni sambil berjanji
akan membicarakan hal ini pada Zia, dan besok Zia sudah mau meminta
maaf.
Keluar dari sekolah, aku membawa Zia ke warung makan. Sambil makan aku mencoba menggali perasaannya, dia masih diam. Sehabis makan aku membawanya ke taman di tengah sebuah perumahan mewah tidak jauh dari sekolah Zia.
Keluar dari sekolah, aku membawa Zia ke warung makan. Sambil makan aku mencoba menggali perasaannya, dia masih diam. Sehabis makan aku membawanya ke taman di tengah sebuah perumahan mewah tidak jauh dari sekolah Zia.
Di taman Zia masih bungkam. Saat sampai di sebuah
kolam ikan, aku mengajak Zia berhenti dan melihat. Zia memperhatikan
ikan-ikan tersebut.
“Lucu ya, mereka berenang kesana-kemari tapi gak
pernah tabrakan, seolah-olah ada yang mengatur jalannya, seperti polisi
ikan mungkin,” aku mencoba membuat Zia melupakan kejadian buruk yang
baru dialaminya, tapi Zia tetap diam. Aku terus mencoba membuat Zia
tersenyum. Tapi sepertinya dia sedang tidak ingin tersenyum.
“Ikan-ikan ini pasti juga punya ayah dan bunda kan, Bunda?” pertanyaan
pelan Zia yang tiba-tiba seperti gelegar di telingaku. Sejenak aku
menentramkan hatiku.
“Ikan dan semua makhluk hidup punya ayah dan
bunda. Zia juga punya ayah dan bunda kan? Apa yang Zia pikirkan,
Sayang?” tanyaku pelan.
“Ayah Zia di kuburan kan, Bunda? Zia enggak
tahu ayah. Zia cuma tau fotonya. Kemarin waktu Zia cerita ke teman-teman
kalau hari ini ulang tahun ayah dan kita akan ke kuburan untuk
mendo’akan ayah, teman-teman bilang mana ada orang yang ngerayain ulang
tahun di kuburan. Ayahnya Mita waktu ulang tahun ngajak Mita dan adiknya
jalan-jalan, teman-teman yang lain juga. Cuma Zia yang ngerayain ulang
tahun ayah di kuburan,”
pelan aku dengar isak tangis Zia. Isak yang
pelan namun pasti memancing air mataku, segera aku menghapusnya.
“Bunda kan pernah bilang ngerayain ulang tahun itu sebenarnya enggak
ada, Sayang. Ulang tahun bunda dan Zia juga di rumah aja kan, bersyukur
masih dikasih umur dan rezeki, terus doa sama Allah minta dikasih yang
terbaik untuk tahun-tahun berikutnya. Iya kan?”
aku benar-benar berusaha
menetralkan suaraku.
“Tapi kan kita bisa cerita-cerita berdua, kalau ulang tahun ayah cuma bunda yang cerita, Zia enggak tau,”
“Jadi sekarang Zia mau bagaimana?”
“Zia mau punya ayah, abang, dan adik kayak Mita. Mita selalu cerita
tentang adiknya yang baru lahir, lucu Bunda. Di rumah Mita pasti rame
kan, enggak kayak rumah kita, cuma ada Bunda sama Zia. Sepi,”
lagi-lagi
ucapan polos Zia menusuk dadaku. Lama aku terdiam.
“Allah kok gak kasih Zia ketemu ayah ya Bunda?”
“Astaghfirullah, Zia enggak boleh ngomong gitu, Sayang. Zia ketemu
ayah. Sampai usia 6 bulan tiap malam Zia bobo di gendong ayah,
dinyanyiin ayah, ayah sayang Zia, ayah sayang bunda, tapi Allah lebih
sayang ayah, Zia akan ketemu ayah nanti kalau Zia rajin sholat dan rajin
mendoakan ayah. Zia pasti ketemu ayah, Sayang,”
sejenak hampir aku lupa
Zia adalah gadis kecil yang belum genap 7 tahun. Hampir aku ingin
memastikan bahwa Zia mengerti apa yang aku maksud, tapi aku kemudian
sadar. Zia belum mengerti apa-apa. Dia hanya membandingkan hidup yang
dijalaninya dengan teman-teman sekolahnya.
“Ya udah hari ini kita
enggak ke tempat ayah. Nanti kita akan ke satu tempat yang pasti Zia
suka. Sekarang kita siap-siap dulu yuk, ada yang mau bunda beli,”
Aku sadar harus menunjukkan sesuatu pada Zia, dan untuk itu aku harus menguras tabunganku. Saat aku singgah ke ATM dan melihat sisa jumlah tabunganku, hampir aku membatalkan niatku. Tapi tidak, demi mendidik buah hatiku, aku harus melakukan ini, Allah yang maha mengatur rezeki. Aku mengambil setengah jumlah tabunganku, kuperkirakan itu cukup untuk mewujudkan niatku.
Dengan uang itu aku membelikan beras 90 kg, dan kue 100 kotak. Aku meminta Indra menjemput beras dan kue tersebut dan mengantarkannya ke tempat yang kumaksud.
Jam 16.00 wib, kami sampai ke tempat tujuan.
Aku sadar harus menunjukkan sesuatu pada Zia, dan untuk itu aku harus menguras tabunganku. Saat aku singgah ke ATM dan melihat sisa jumlah tabunganku, hampir aku membatalkan niatku. Tapi tidak, demi mendidik buah hatiku, aku harus melakukan ini, Allah yang maha mengatur rezeki. Aku mengambil setengah jumlah tabunganku, kuperkirakan itu cukup untuk mewujudkan niatku.
Dengan uang itu aku membelikan beras 90 kg, dan kue 100 kotak. Aku meminta Indra menjemput beras dan kue tersebut dan mengantarkannya ke tempat yang kumaksud.
Jam 16.00 wib, kami sampai ke tempat tujuan.
“P-A-N, pan, T-I, ti, panti, A-S-U, asu, H-A-N, han, asuhan. Panti
asuhan,”
pelan Zia mengeja tulisan yang tertera di papan di depan gedung
sederhana tersebut,
“tempat apa ini, Bunda?” tanyanya penasaran. Aku
tersenyum.
“Kita masuk aja yuk, kita lihat ada apa di dalam,”
jawabanku semakin membuat Zia penasaran. Dengan antusias dia mengikuti
langkahku.
Kami masuk ke kantor pengurus panti, aku menyampaikan
maksud dan tujuanku datang kemari. Bu Aisyah, ibu kepala panti mengerti
niatku, beliau paham kesulitanku memberi pengertian pada Zia, dan beliau
mengizinkan kami masuk ke ruangan yang merupakan tempat makan dan
tempat belajar mereka. Kebetulan saat itu memang waktu belajar, jadi
banyak anak-anak yang berkumpul di sana untuk belajar.
Bu Aisyah
mengantarkan kami ke ruangan yang dimaksud. Saat menuju ke ruangan
banyak hal yang di tanyakan Zia, dia mengira ini sekolah karena banyak
anak-anak, tapi kok gak pakai seragam dan hal lain yang mengundang
senyumku.
“Kita lihat aja nanti,” jawabku pada setiap pertanyaannya.
Di ruangan yang dimaksud, bu Aisyah meninggalkan kami. Aku duduk di salah satu kursi di tepi ruangan. Zia semakin bingung memperhatikan sekitarnya.
Di ruangan yang dimaksud, bu Aisyah meninggalkan kami. Aku duduk di salah satu kursi di tepi ruangan. Zia semakin bingung memperhatikan sekitarnya.
“Ini kelas berapa Bunda, kok ada yang udah besar?” tanyanya bingung. Aku kembali tersenyum.
“Itu ada yang sepertinya masih kelas 1 juga, sama dengan Zia, coba ajak
kenalan,” tunjukku pada seorang gadis kecil yang sedang menulis di
lantai. Zia melihat gadis itu, kemudian menatapku.
“Ayo sana, gak pa-pa,” aku mendorong badannya pelan. Akhirnya Zia melangkah mendekati gadis kecil itu.
Akupun bangkit dan pindah ke bangku yang lebih dekat dengan mereka.
Akupun bangkit dan pindah ke bangku yang lebih dekat dengan mereka.
“Assalamu’alaikum, namaku Zia, boleh kenalan enggak?”
Zia duduk di
dekat gadis tersebut dan mengulurkan tangannya. Gadis itu hanya
melihatnya sekilas, kemudian kembali menulis.
Zia melihat aku, aku tersenyum dan menunjukkan perlengkapan menggambar miliknya. Zia ikut tersenyum dan berlari ke arahku, mengambil perlengkapan menggambar tersebut dan membawanya. Melihat keteguhan hati dan sifat pantang menyerah putri kecilku mengingatkanku pada almarhum ayahnya.
Aku lihat Zia mengajak gadis itu menggambar bersamanya. Gadis itu mau dan mereka pun terlibat dalam perbincangan seru khas anak kecil. Nama gadis kecil itu Shafa, nama yang dia sebutkan sambil mengambil krayon warna.
Zia melihat aku, aku tersenyum dan menunjukkan perlengkapan menggambar miliknya. Zia ikut tersenyum dan berlari ke arahku, mengambil perlengkapan menggambar tersebut dan membawanya. Melihat keteguhan hati dan sifat pantang menyerah putri kecilku mengingatkanku pada almarhum ayahnya.
Aku lihat Zia mengajak gadis itu menggambar bersamanya. Gadis itu mau dan mereka pun terlibat dalam perbincangan seru khas anak kecil. Nama gadis kecil itu Shafa, nama yang dia sebutkan sambil mengambil krayon warna.
“Kamu gambar rumah ya?” tanya Zia setelah mereka masing-masing asyik menggambar.
“Iya, tadi di sekolah aku lihat temanku gambar kayak gini, aku jadi pingin buat juga. Kamu gambar apa?” tanya Shafa kembali.
“Ini gambar bunda, aku, dan ayah,” jawab Zia.
“Kok ayah kamu jauh di atas, pakai sayap lagi, emang ayah kamu malaikat?”
“Enggak, Ayah aku udah menginggal, kalau di TV dan buku-buku kalau yang
meninggal kan ada sayapnya,” jawab Zia polos, jawaban yang ingin sekali
aku ralat, tapi biarlah itu jadi satu catatan tugasku nanti.
“Ooo, bunda kamu mana?”
“Itu,” Zia menunjuk ke arahku, aku tersenyum dan melambaikan tangan.
“Bunda kamu cantik, aku mau nanti punya bunda secantik itu,”
“Emang kamu belum punya bunda?” tanya Zia penasaran, Shafa menggeleng.
“Kata Umi kami semua punya ayah dan bunda, tapi aku gak tau mereka, mungkin udah meninggal juga ya kayak ayah kamu,”
“Jadi kamu enggak tau ayah dan bunda kamu?” tanya Zia penasaran, Shafa kembali menggeleng.
“Aku juga gak tau ayahku, aku cuma lihat dari foto, tapi kan enggak jelas, aku jadi sering sedih,” ucap Zia lagi.
“Aku malah gak punya foto ayah dan ibu aku, aku gak tau wajah mereka,”
“Kamu enggak sedih?”
“Enggak. Kata umi, kami harus berdoa, mudah-mudahan suatu saat ada ayah
dan ibu yang baik hati yang mau mengajak kami ke rumahnya dan
membesarkan kami. Bulan lalu Nora temanku dibawa ke rumah barunya, ada
ayah dan ibunya. Aku mau kayak gitu. Doain ya,”
“Kalau gitu aku juga
mau berdo’a, mudah-mudahan ada ayah yang baik yang mau datang dan
tinggal di rumah kami, soalnya aku gak mau pindah rumah. Boleh enggak
ya?”
“Ya boleh aja, kamu sama bunda kamu kan sudah punya rumah, jadi
ayahnya aja yang pindah ke tempat kalian. Kalau aku kan gak ada rumah,”
“Iya, ya, nanti aku bilang sama bunda,”
jawab Zia ceria. Zia
memandangku dengan senyum mengembang. Seingatku itu senyuman pertama dia
hari ini.Tidak lama setelah itu anak-anak dikumpulkan di ruangan
tersebut, kue dibagikan, doa dipanjatkan, untuk almarhum ayah Zia, untuk
Zia, dan keluarga kami. Setelah itu kami permisi pulang.
Malam ini suasana sudah kembali seperti semula. Zia dengan celotehannya membuat suasana rumah menjadi ceria. Sehabis sholat maghrib, kami membaca alqur’an bersama setelah itu bercerita membahas kejadian hari itu.
Malam ini suasana sudah kembali seperti semula. Zia dengan celotehannya membuat suasana rumah menjadi ceria. Sehabis sholat maghrib, kami membaca alqur’an bersama setelah itu bercerita membahas kejadian hari itu.
“Apa yang tadi diceritakan sama Shafa, kok kayaknya asyik
sekali, sampai-sampai gak mau pulang?” tanyaku pada Zia. Dia tersenyum.
Dengan bahasa dan gayanya dia cerita. Sampai pada satu kalimat.
“Bisa kan Bunda, kita cari ayah yang mau tinggal disini, biar ada yang
bisa gendong Zia, enggak takut pinggangnya patah. Ya Bunda,” permintaan
Zia kali ini benar-benar membuat aku mati kutu.
Biasanya selalu ada tawar menawar dalam permintaan yang diajukan Zia, tapi kali ini tidak ada tawaran apapun. Aku terdiam.
Biasanya selalu ada tawar menawar dalam permintaan yang diajukan Zia, tapi kali ini tidak ada tawaran apapun. Aku terdiam.
“Ya, Bunda,” Zia mendesakku. Aku terdiam.
“Oiya, masalah Dodi tadi, sudah mau minta maaf?” tanyaku berusaha mengalihkan perhatian Zia. Zia cemberut.
“Enggak, Dodi jahat, dia bilang Zia enggak punya ayah,”
“Lho, yang tahu Zia punya ayah atau enggak itu kan Allah, Bunda, kakek,
nenek, Om Indra, Bu Reni dan banyak lagi, masak gara-gara Dodi ngomong
gitu Zia gak percaya sama Bunda,”
“Zia percaya Bunda, tapi Zia enggak suka Dodi,” Zia semakin cemberut, cerianya kembali hilang
“Zia boleh enggak suka, tapi enggak boleh main pukul sembarangan. Kalau
begtu apa bedanya Zia dengan Dodi, Zia lapor aja sama guru, biar Dodi
yang kena marah, Zia enggak. Kalau kayak tadi Zia juga dimarahi kan?”
Zia mengangguk.
“Terus?” desakku.
“Zia mau minta maaf kalau Dodi janji enggak gitu lagi,” ucap Zia
“Oke, nanti Bunda bilang bu guru,”
“Terus satu syarat lagi,”
“Apa, Sayang. insya Allah bunda penuhi,”
“Bunda harus cari ayah yang baik, yang mau tinggal disini dengan kita,”
Deg.!! Jantungku benar-benar mau copot. Selesai satu masalah, timbul satu
masalah baru. Subhanallah, kehidupanku memang benar-benar berwarna.
Mungkin ini cara yang ditunjukkan Allah untukku mulai berpikir ke arah
itu. Ya Allah hanya hidayah Mu yang hamba harapkan untuk mewujudkan
prasyarat yang diajukan anak hamba. Engkau yang Maha tahu apa yang
terbaik buat kami. Berikanlah yang terbaik untuk kehidupan kami dunia
dan akhirat, Amiiiin.
oOOOO0-the end-0OOOo
by : My teacher Ade.S
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
.... " Paras mu tak terlihat di mata ku,, ....
.... Tapi hati ku, bisa melukis kasih sayang mu..
....
.... Diri mu tak lagi berada di samping ku..
..... Tapi cinta mu,sll mengisi jiwa ku ..
.....
.... Ayah, Aku percaya cinta tak kenal jarak dan waktu..
.... Karena Allah, menciptakan Cinta dalam Hidup dan Mati kita..
....
.... Ayah, aku percaya Allah lebih mempunyai cinta yang lebih besar dari ku..
.... Karena itu,Dia tak memberimu lebih banyak waktu di dunia yang fana ini..
....
.... Ya Allah, izin kan aku mengukir senyum pada nya dari do`a ku setiap waktu.
.... Ya Allah, berikan lah maaf untuk segala kesalahan nya dari setiap permohonan ku pada Mu."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Craeted By : M.A sofyrah
Minggu, 22 Januari 2012
AKU BAHAGIA KAU TINGGALKAN...
Mungkin kita pernah mengangis, ketika
kita merasakan bagaimana rasa nya patah hati..
mungkin kita pernah merasakan malu,ketika kita manjadi orang yang di tinggalkan..
mungkin kita pernah merasakan malu,ketika kita manjadi orang yang di tinggalkan..
mungkin kita pernah merasakan pahit,ketika
kita menjadi korban penipuan perasaan.
dan tak terkecuali kita pernah merasakan kecewa,ketika kita harus di banding kan dengan orang lain dalam satu hati.
dan tak terkecuali kita pernah merasakan kecewa,ketika kita harus di banding kan dengan orang lain dalam satu hati.
Tapi yakin kan itu hanya sekedar
cerita yang pernah ada..
sakit itu tidak boleh menjalar ke seluruh tubuh, hanya dalam hati, dan hanya sesaat rasa sakit itu harus mati.
sakit itu tidak boleh menjalar ke seluruh tubuh, hanya dalam hati, dan hanya sesaat rasa sakit itu harus mati.
Kita sudah tau ini hanya cerita, yang
bertema pahit-getir nya cinta, sedih senang sebagai alur.
dan kita harus merancang bagian akhir dengan sebuah kerela kebahagiaan.
dan kita harus merancang bagian akhir dengan sebuah kerela kebahagiaan.
Kamu,yang sedang di landa galau
disana, menikmati kenangan manis yang berujung pahit bersamanya, Cepat atau
lambat akan tersadar,bahwa diri mu sedang berada dalam jeruji kebodohan.
Dan khusus nya kamu yang sedang
tersudut prustasi di sana, harus nya menggelisahkan keadaan mu,yang mesti keluar dari huru-hara keadaan jiwa yang merana.
Tidak kah kamu tau, angan-angan mu dalam
gundah gulana yang berharap dia kembali di sisi mu,membuat dia semakin meraja
dan memandang mu semakin rendah tak berdaya.
Harus nya kamu tau, ketika gejolak hati
mu meredam rasa sedih itu,jiwa mu akan membangkitkan semangat mu untuk bisa
menjadikan itu sebuah pengalaman, menjadi sebuah pelajaran yang akan mendidik
mu menjadi lebih baik, menjadi lebih arif dalam menjalani hidup.
Dan tidak kah kamu tau, kehadiran diri
mu yang baru dengan penuh pesona ketegaran. Akan menimbulkan benih penyesalan
dalam benak nya yang menghianati mu.
Kita semua tau, kisah cinta selalu
menghadirkan tokoh,memiliki alur , menyimpan makna ,dan selalu membawa pelajaran.
Hadrikan diri mu tetap sabagi tokoh pecinta walau harus di khianati.
Jalani lah alur cerita nya dengan
kebaiakan mu, walau akan ada alur yang menyakitkan.
Ukirlah makna dalam kisah mu,
makna kesetiaan walau nanti nya di khianati, makna kabaikan walau bertepi kekecewaan, makna kejujuran walau berbalas dusta.
makna kesetiaan walau nanti nya di khianati, makna kabaikan walau bertepi kekecewaan, makna kejujuran walau berbalas dusta.
Dan ambil lah pelajaran dari setiap
kisah mu.
Kita yang memberi kebaikan,tidak akan
selalu berbalas baik. Tapi kita yang selalu berpengang teguh dalam kebaikan
pasti akan akan menadapatkan yang terbaik.
BAHAGIALAH,,,,
Bagi kamu yang telah berperan baik
dalam kisah-kisah mu,,,
Bagi kamu yang telah di khianati perasaan
nya,,
Dan bagi kamu yang di tinggalkan..
Karena itu adalah sebuah petunjuk,
bahwa kamu terlalu berharga untuk nya makhluk yang bernilai rendah.
bahwa
kamu sudah salah memilih,dan belajarlah untuk lebih arief.
BAHAGIALAH
Karena pada akhirnya,,,
diri mu yang akan mendapat kemenangan & kebahagiaan.
Karena pada akhirnya,,,
diri mu yang akan mendapat kemenangan & kebahagiaan.
Jumat, 06 Januari 2012
Kehidupan Dunia Dalam Islam
Assalamu'alaikum.
Sedikit share y :-).
Saudara/i ku,perhatikanlah.
Atas apa yg sedang terjadi pada prinsip kehidupan kita d dunia, pada jaman sekarang ini.
Kewajiban hidup yg di dasari dgn beberapa modal hidup yg berat untuk di miliki stiap orang. Contoh :
-Harta?sdh mjdi hal yg utama
-jabatan?sll mjdi prioritas,
-Kesuksesan?Itu mjdi kewajiban.
-Penampilan menarik?itu hal yg tidak bisa d tinggal kan.
-Pamor? Haruz di tata sedemikian bagus dan bersih.
itu semua !,modal hidup di dunia sekarang, yg trz menghantui kita untuk brlomba menjadi pecinta dunia sejati.hingga smw itu membuat kita lupa,bahwa kita pasti akan meninggalkan pesona negri dunia,& kembali ke kampung halaman (akhirat).
& smua modal itu sama sekali tidak brguna untuk kembali ke kampung akhirat.
Kita semua tau,keberhasilan di dunia,adalah sbuah kebahagiaan, & kenahagiaan mjadi salah satu tujuan hidup. Tp hal ini sll mjdi tumpang tindih,yg mbuat kita sering lupa,hidup tak hAnya di dunia.
Bagi kita yg Muslim, sewajib nya kita percaya & yakin akhirat adalah hidup yg sepantas nya kita nanti, dan juga membutuhkan modal. Sesuai dengan firman Allah .
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
(QS.Al-an'am : 32)
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS.Al-Hadiit :20)
Modal pulang kampung?Bukan hal nya Materi,kedudukan seperti jutawan,paras indah nan rupawan.
Sama sekali tidak.Sadar kah kita bahwa Allah Lagi maha pengasih dan penyayang,Tak memandang apa pun yg ada pada diri kita,kecuali hati yg berisi iman ! Tapi kita selalu lupa,bahkan sengaja mengabaikan.
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba ku yg brterima kasih"(QS.saba' : 13)
Tak sadar kita telah menjadi makhluk Allah paling kejam,yg memohon rizki,tanpa berterima kasih.meminta kenikmatan hidup,tanpa sadar diri. Meminta hak,tnp melakukan kewajiban.
Sulitkah kewajiban itu? Pasti.Pasti kita temukan titik kesulitan.Krn kita manusia sudah d kodrat kan untuk trs berjuang.Hidup di dunia harus brusaha dengan perjuangn dan pengorbanan,belajar jg butuh kerja keras .
dan Semua hal yang di jalani memang perlu usaha & pengorbanan.
Tak lain hal nya kita berjuang untuk kehidupan akhirat, untuk agama, Atas nama Allah.
Apa terlalu berat?.
Tidak !Karna Islam tidak pernah mengada-ngada & Allah sll mengerti Makhluk-Nya.
Terlebih Jika kita ikhlas & bisa befikir sehat,rasional, Islam adalah agama yg sempurna.
Islam mengolah umatnya,menjadi manusia yg bertanggung jwb dgn dunia nya,& mencintai akhirat nya dengan cara yg baik. Jd tak pernah ada yg di rugikan,tak pernah ada diskriminasi,tak ada hal yg memberatkan.Islam.
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS.Al-Qashash:77)
Dan yg di sabdakan oleh Rasulullah SAW.
Wassalam
By : M.A Sofyrah
Sedikit share y :-).
Saudara/i ku,perhatikanlah.
Atas apa yg sedang terjadi pada prinsip kehidupan kita d dunia, pada jaman sekarang ini.
Kewajiban hidup yg di dasari dgn beberapa modal hidup yg berat untuk di miliki stiap orang. Contoh :
-Harta?sdh mjdi hal yg utama
-jabatan?sll mjdi prioritas,
-Kesuksesan?Itu mjdi kewajiban.
-Penampilan menarik?itu hal yg tidak bisa d tinggal kan.
-Pamor? Haruz di tata sedemikian bagus dan bersih.
itu semua !,modal hidup di dunia sekarang, yg trz menghantui kita untuk brlomba menjadi pecinta dunia sejati.hingga smw itu membuat kita lupa,bahwa kita pasti akan meninggalkan pesona negri dunia,& kembali ke kampung halaman (akhirat).
& smua modal itu sama sekali tidak brguna untuk kembali ke kampung akhirat.
Kita semua tau,keberhasilan di dunia,adalah sbuah kebahagiaan, & kenahagiaan mjadi salah satu tujuan hidup. Tp hal ini sll mjdi tumpang tindih,yg mbuat kita sering lupa,hidup tak hAnya di dunia.
Bagi kita yg Muslim, sewajib nya kita percaya & yakin akhirat adalah hidup yg sepantas nya kita nanti, dan juga membutuhkan modal. Sesuai dengan firman Allah .
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
(QS.Al-an'am : 32)
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS.Al-Hadiit :20)
Modal pulang kampung?Bukan hal nya Materi,kedudukan seperti jutawan,paras indah nan rupawan.
Sama sekali tidak.Sadar kah kita bahwa Allah Lagi maha pengasih dan penyayang,Tak memandang apa pun yg ada pada diri kita,kecuali hati yg berisi iman ! Tapi kita selalu lupa,bahkan sengaja mengabaikan.
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba ku yg brterima kasih"(QS.saba' : 13)
Tak sadar kita telah menjadi makhluk Allah paling kejam,yg memohon rizki,tanpa berterima kasih.meminta kenikmatan hidup,tanpa sadar diri. Meminta hak,tnp melakukan kewajiban.
Sulitkah kewajiban itu? Pasti.Pasti kita temukan titik kesulitan.Krn kita manusia sudah d kodrat kan untuk trs berjuang.Hidup di dunia harus brusaha dengan perjuangn dan pengorbanan,belajar jg butuh kerja keras .
dan Semua hal yang di jalani memang perlu usaha & pengorbanan.
Tak lain hal nya kita berjuang untuk kehidupan akhirat, untuk agama, Atas nama Allah.
Apa terlalu berat?.
Tidak !Karna Islam tidak pernah mengada-ngada & Allah sll mengerti Makhluk-Nya.
Terlebih Jika kita ikhlas & bisa befikir sehat,rasional, Islam adalah agama yg sempurna.
Islam mengolah umatnya,menjadi manusia yg bertanggung jwb dgn dunia nya,& mencintai akhirat nya dengan cara yg baik. Jd tak pernah ada yg di rugikan,tak pernah ada diskriminasi,tak ada hal yg memberatkan.Islam.
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS.Al-Qashash:77)
Dan yg di sabdakan oleh Rasulullah SAW.
"Sesungguh nya agama islam ini mudah. &
tdk seorg pun yg meberatkan agama ini melainkan agama ini akn mengalahkn nya.Oleh krn itu,brlaku sedanglah kamu &
mendekatlah serta mintalah pertolongan (dgn salat),di wktu pagi & petang
& sdikit d akhir wktu malam." (Shahih:HR Bukhari)
"mudahkan lah & jgn lah menyusahkan nya (agama) serta berilah kabar gembira & jgn lah membuat org lari (dr agama ini)" (shahih bukhari & muslim)
Dan kita Yg telah di beri kesempatan hidup,berfikirlah & nikmatilah dengan cara yg Sebenar-benar nya. Sesuai Petunjuk yg ada pada Islam. karna Muslim yg baik,tak hny melihat dgn mata,tak hanya mendengar dgn telinga. But,The Quran says is the hEart can see and can hear,cos Islam is gread n perfect religion. When believer has into the heart.
Saudaraku.
Tidak ada manusia yg sempurna, krn itu tetaplah kita hrz saling mengingatkan dlm kebaikan,yakni untuk menyempurnakan agama yg kita yakini & kita cintai,yaitu Islam. Karena Allah penuh kasih & sayang kpd makhlukNya.Memberi Cinta dengan segala nikmat-Nya
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(QS.An-Nahl: 18)
Dan sudah saat nya kita mengerti. Bahwa kehidupan Dunia bukanlah suatu hal untuk kita cintai,tetapi suatu hal yg kita atur daripada nya,sesuai ketentuan & tujuan yg kita yakini.semoga Allah senantiasa memberi kita petunjuk. Amin,Amin,Ya Rabbalalamin.
"mudahkan lah & jgn lah menyusahkan nya (agama) serta berilah kabar gembira & jgn lah membuat org lari (dr agama ini)" (shahih bukhari & muslim)
Dan kita Yg telah di beri kesempatan hidup,berfikirlah & nikmatilah dengan cara yg Sebenar-benar nya. Sesuai Petunjuk yg ada pada Islam. karna Muslim yg baik,tak hny melihat dgn mata,tak hanya mendengar dgn telinga. But,The Quran says is the hEart can see and can hear,cos Islam is gread n perfect religion. When believer has into the heart.
Saudaraku.
Tidak ada manusia yg sempurna, krn itu tetaplah kita hrz saling mengingatkan dlm kebaikan,yakni untuk menyempurnakan agama yg kita yakini & kita cintai,yaitu Islam. Karena Allah penuh kasih & sayang kpd makhlukNya.Memberi Cinta dengan segala nikmat-Nya
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(QS.An-Nahl: 18)
Dan sudah saat nya kita mengerti. Bahwa kehidupan Dunia bukanlah suatu hal untuk kita cintai,tetapi suatu hal yg kita atur daripada nya,sesuai ketentuan & tujuan yg kita yakini.semoga Allah senantiasa memberi kita petunjuk. Amin,Amin,Ya Rabbalalamin.
By : M.A Sofyrah
Selasa, 20 Desember 2011
WAKTU
Aku enggan untuk berkejar-kejaran dengan waktu. Karena ku tau
waktu terus berlari tanpa lelah ,,,
Aku pun tak kuasa untuk memburukan waktu atau memperlambat waktu
dalam keadaan tertentu,karena ku tau waktu akan terus berputar sesuai poros
nya,,
Waktu tidak pernah memaksa ku,agar harus begini &
begitu,karena ku tau waktu akan tetap mengitari ku dalam keadaan apapun,,
Waktu tidak pernah berhenti hanya karena aku tidak menghargai
nya. begitulah waktu di ciptakan oleh Allah. dia tidak akan berhenti sampai Allah
memerintahkan nya untuk behenti.
Walau manusia lalai dengan nya walau manusia sering tidak
menghargai nya dia akan tetap tegar untuk terus berjalan maju tanpa mundur
sedikit pun.
Begitulah waktu menaati Tuhan nya ,dengan segala ada nya dia di
ciptakan oleh Rabb .
Waktu yang terus berjalan lurus dan maju, tanpa menghirau kan
orang-orang yang meremehkan nya.
Waktu yang senantiasa terus mengiringi langkah hidup para manusia yang
bahkan para manusia tidak pernah memperlakukan nya dengan baik.
Waktu tidak pernah menghiraukan zaman yang terus berganti, dan dia
tetap melangkah pasti dengan pendirian nya .
Waktu yang tidak berhenti & lelah nya dalam melakukan tugas
yang di perintahkan Tuhan.
Andai aku bisa bertindak seperti waktu, aku tidak akan pernah
mengenal keraguan dan kemunduran.
Mungkin aku tidak pernah bisa menjadi waktu , tapi aku ingin
selalu menghargai waktu seperti dia yang selalu menghargai para manusia tanpa
lelah ,,,,,
Senin, 19 Desember 2011
SURAT CINTA SANG KEKASIH...
Kasih ku,ini lah surat cinta yang ku
tulis hanya untuk mu yang InsyALLAH menjadi pendamping hidup ku .
Kasih
ku,relakah kau menunggu ku hingga waktu itu datang kepada kita, yang InsyaALLAH
datang bersama dengan Ridha Nya ?
Kasih
ku,Aku hanya seorang wanita biasa yang juga merindukan sebuah kasih yang
lembut.
Kasih
ku , andai pun kita di perjumpakan sekarang, mungkin itu akan membuat ku lebih
menderita untuk dekat di sisi mu , tanpa adanya sebuah ikatan suci yaitu
pernikahan .
karena
ku tau, jika menyentuh mu saat ini ,akan menjadi sebuah kerusakan untuk
tulus nya perasaan ku pada mu.
Jika memeluk mu saat ini, menjadi sebuah dosa
besar untuk kita, jika mengecup mu saat ini, akan menjadi sebuah kenistaan
untuk kita.
jika membelai mu dengan
lembut saat ini, akan menjadi sebuah maksiat untuk kita.
jika sebuah tutur kata
romantis yang ku ucapkan untuk mu saat ini, bisa menjadi sebuah api untuk kita.
jika menyayangi & merindukan
mu saat ini , akan menjadi sebuah beban mental bagi ku ,untuk tetap bisa menjaga
perasaan ku agar selalu takut kepada Sang Maha Pencipta .
Kasih
ku ,aku tak ingin kasih-sayang kita bisa menjadi bomerang untuk kita, yang penuh
dengan murka NYA.
Biarlah segala romantisme itu menjadi sebuah keindahan yang
hakiki dengan adanya yang izin dari Sang Maha Pengasih.
Aku ingin kebersamaan itu , menjadi kebersamaan yang
jauh dari rasa takut dan malu ,yang tanpa ada nya sebuah beban serta cela .
Kasih
ku,aku akan tetap menunggu mu dan aku yakin kau juga menunggu ku .
Kasih
ku,tetap lah disana dengan Munajat mu yang penuh cinta kepada Sang ILLAHI,
begitu pun aku. Jangan lah Takut dengan lama nya waktu,karena janji ALLAH pasti
akan datang , agar di tunjukan jalan kepada kita untuk bersatu dengan menjalan
kan sunnah Rasul NYA.
Kasih
ku,tak perlu engkau tergesa-gesa dengan semua ini,karena Allah memberikan kita
waktu untuk saling memperbaiki diri,untuk mengumpulkan Ilmu, untuk menata hati,untuk
menjadi pasangan yang di berkahi langkah kita nanti nya. Yang saling mengasihi
untuk mencari Ridha NYA .
Sabarlah menanti waktu itu,di mana aku bisa menjadi pendamping mu dalam setiap langkah hidup mu .
Dimana Kau menjadi Imam di dalam hidup ku.
Biarlah nanti nya ,aku bisa menjadi penenang hati mu di kala kemarahan & kegalauan mendekati mu , dan kau menjadi pengahapus air mata ku di saat aku sedih , menjadi sandaran ku disaat aku lemah .
dimana kita bisa bermunajat bersama mencari Ridha Nya .
Kasih
ku , semoga Allah meridhai langkah hidup kita yang ingin selalu menjaga apa
yang sepatut nya kita jaga sesuai perintah NYA .
Ingat
lah kasih ku : “ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki
yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu
bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka
ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”
(QS.An-nur : 26 )
By : M.A Sofyrah..
Rabu, 14 Desember 2011
MANFAAT SHOLAT DAN WUDHU` BAGI KESEHATAN
Dr.
Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor )
lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan
makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan
gerakan-gerakannya secara medis? Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali
sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi
kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan
salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik,
mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari
kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam
yang kedua ini.
WUDHU
a. Manfaat secara umum
Kulit
merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh
serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga
mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak
berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk
rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.Begitu besar fungsi kulit maka
kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.
Bersuci
merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban
kulit.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali
melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal
abad ke-20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan
cuci tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa,
padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar BiasA.
b. Keutamaan Berkumur –kumur.
Berkumur –kumur berarti
membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap
atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan
berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan
kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari
berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Penelitian modern membuktikan bahwa
berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari
luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan
sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat
berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan
menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar
dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan
otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.
c. Istinsyaq
Istinsyaq berarti menghirup air
dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung
(nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang
tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan
lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan.
Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Penelitian ilmu modern yang dilakukan
oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang
yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu,
bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat
yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara
kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari
hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari
radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke
anggota tubuh yg lain.
d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan
Membasuh wajah dan kedua telapak tangan
sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan
mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan
sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan
membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini
biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri.
Begitu pula dengan pembersihan telinga
sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya
untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di
negara kita.
e. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Membasuh kedua telapak kaki dengan
memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena
telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu
seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh
kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan
salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh
seorang muslim setelah berwudhu.
MANFAAT GERAKAN SHOLAT
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan
agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus
didukung dengan kekuatan iman.Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau
bukan saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter
modern.pemimpin negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski
banyak orang yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak
tahuan tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya
[pen]. ( dikutip dari : Tabloid Nurani ).
a.
Takbiratul
Ihram
Postur:
berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di
depan perut atau dada bagian bawah.Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran
darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah
otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua
tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi
lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau
dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,
khususnya pada tubuh bagian atas.
b.Rukuk
Postur:
Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan
segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus
dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi
dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat
syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal
pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi
relaksasi
bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk
adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.c.
c.
I'tidal
Postur:
Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan
setinggi telinga. Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan
sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan
yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
d.
SUJUD
Postur:
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada
lantai.Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak.
Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir
maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,
lakukan sujud dengan tumaâninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya
di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik
rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan
organ kewanitaan.
e.
Duduk
Postur:
Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat
akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat
iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus
Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering
menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi
pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria
(prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi
mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk
menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali.
Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan
organ-organ gerak kita.
f.
Salam
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara
maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala
menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan
menjaga kekencangan kulit wajah.
g.
Beribadah
secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik
diri wanita luar &dalam.Gerakan sujud dalam salat tergolong unik.
Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih
rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu sikoneuroimunologi (ilmu
mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof
Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.
Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh
darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud,
posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal
ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat
memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard
Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak
dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset
pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
h.
Perindah
Postur
Gerakan-gerakan
dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan
tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan
lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki
dan tangan.
Sujud
adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud,
beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat
inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan
wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga
memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
i.
Mudahkan
Persalinan
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati
kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada,
otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus)
berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan
lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila,
otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia
justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan
serta mempertahankan organ-’organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
j.
Perbaiki
Kesuburan
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada
dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk
(tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya
otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah
paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur
untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan
daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan
tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki
kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
k.
Awet Muda
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan
meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi.
Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera
tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa
bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya
pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi
wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita
dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
“ Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah
Masjidilharam. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah
wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali
orang-orang yang lalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada
mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan
supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 150)
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah.” ( QS.An-Nisa :79)
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan
(basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka
mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang
air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka
bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu
dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak
membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
(QS: Al-Maidah:6)
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.” (QS.
Ar-Rahman:18).
Di Informasikan dari :
-Dirangkum dari Buku Mukjizat
Gerakan Sholat oleh dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B
-Selengkapnya ada juga Anantomi Gerakan Sholat
Menurut Pandangan Medis
-http://smkn3pacitan.com.manfaat-wudhu-dan-sholat-dari-segi-kesehatan-umum.
Langganan:
Postingan (Atom)






