Assalamu`alaikum

Assalamu`alaikum
"Tuhan, aku sadar hidup hanyalah perjalanan sementara, maka izinkanlah aku mengisi waktu yang sementara ini dengan kebaikan & kebahagiaan cinta kasih yang Kau Ridhai. Dan kembali pada Mu dengan segala keberkahan"

Selasa, 24 Juli 2012

MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN


Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya. Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan, karena overnutrisi dapat mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan lain-lain.
  • Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek, diantaranya yaitu :
  • * Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan
  • * Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
  • * membersihkan tubuh dari racun & kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
  • * menambah jumlah sel darah putih sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh
  • * menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh
  • * memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker,
  • * mendorong terjadinya pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yamng baru (peremajaan)
  • * meningkatkan daya serap makanan,
  • * memperbaiki fungsi hormon & meningkatkan fungsi organ tubuh.
  • Ibadah puasa mengandung banyak hikmah, salah satu hikmah puasa yaitu dapat membantu usaha terhadap pencegahan dan penyembuhan penyakit, antara lain yaitu :
  • * menurunkan kolesterol dan trigliserida tinggi,
  • * menurunkan berat badan dan mencegah obesitas (kegemukan),
  • * mengurangi risiko kencing manis (diabetes mellitus) tipe II
  • * menurunkan tekanan darah tinggi,
  • * mencegah pengerasan pembuluh darah,
  • * mencegah gangguan jantung dan stroke
  • * pada umumnya maag yang fungsional akan membaik karena puasa
  • * meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma

  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
  • Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
  • Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Lambung dan usus beristirahat selama beberapa jam dari kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi dan luka yang ada sehingga dapat menutup rapat. Proses penyerapan makanan juga berhenti sehingga asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk ke usus. Dengan demikian sel-sel usus tidak mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein dan kolesterol. Disamping dari segi makanan, dari segi gerak (olah raga), dalam bulan puasa banyak sekali gerakan yang dilakukan terutama lewat pergi ibadah.
  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
  • Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
  • Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.


Makanan Sehat untuk Berpuasa :Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman.Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama yang dapat menggerakkan susunan saraf pusat. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya. Namun pada penderita kencing manis (diabetes mellitus) harus berhati-hati, jangan mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Penderita kencing manis harus menghindarkan kadar glukosa darah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah.Seperti halnya sarapan, sahur amat perlu untuk mengimbangi zat gizi yang tak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Sebaiknya makanan untuk sahur dipilih yang mengandung serat dan berkuah seperti sayur dan buah-buahan karena dapat mengurangi rasa lapar dan haus.Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh.Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan. Beberapa bahan pangan tertentu dapat digunakan untuk mengantisipasi keluhan pada saat berpuasa. Berikut beberapa bahan atau makanan dan minuman sehat untuk berpuasa agar tetap fit, sehat dan segar.
1.MaduKhasiat : meningkatkan stamina dan mempertahankan stabilitas tubuh agar tetap segar, mencegah gangguan pencernaan, melancarkan metabolisme.
2.KurmaKhasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah dan mengatasi anemia, lelah, melancarkan pembuangan.
3.Akar Alang-Alang (Imperata cyllindrica)Khasiat: menghilangkan haus, melancarkan kemih, mengatasi radang dan batu ginjal, hipertensi, dan lain-lain
4.Rambut dan Tongkol Jagung (Zea mays)Khasiat : melancarkan kemih, mencegah dan mengatasi batu ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, kencing manis, dll.
5.KismisKhasiat : meningkatkan stamina, mencegah lemas dan kurang darah
6.Semangka dan Kulitnya (Citrullus vulgaris)Khasiat : menghilangkan haus, melancarkan kemih, radang ginjal, prostat.
7.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas Poir.)Khasiat: perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung.
8.Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza)Khasiat : meningkatkan stamina, perut kembung, peluruh kentut, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan.
9.Kencur (Kaempferia galanga)Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan seperti kembung, mual, muntah, dan lain-lain.
10.Kunyit (Curcuma longa)Khasiat : meningkatkan vital energi, mengatasi radang lambung dan gangguan pencernaan (kembung & begah, mual).
11.Jahe (Zingiber officinale)Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi kembung, masuk angin, pusing, mual dan mencegah muntah
12.Kapulaga (Amomum cardamomum)Khasiat : mengatasi perut kembung dan sebah, mual, muntah
13.Cengkeh (Eugenia aromatica)Khasiat : mengatasi muntah karena lambung dingin, mual, kembung
14.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)Khasiat : mengatasi radang lambung, mual, muntah, kembung.



Selama Berpuasa... selain kita mendapatkan pahala dari Pencipta kita, puasa juga dapat sangat bermanfaat bagi tubuh kita, terutama pada kesehatan jasmani kita. Apalagi saat ini kita akan memasuki bulan ramadhon, bulan penuh rahmat. Tidak hanya bermanfaat bagi jasmani, tapi rohani puasa juga bermanfaat bagi kesehatan rohani juga. Kita bisa lebih mendalami iman kita pada Tuhan kita dan juga bisa menentramkan hati kita.






Created by : M.A Sofyrah









Rabu, 30 Mei 2012

AKU

..aku,aku,aku
..siapa aku ?
..aku yang sendiri tak tau siapa aku.
..Melepas pandangan ke orang-orang
..yang berpura-pura mengenal ku.
..bahkan mereka sendiri juga tak kenal
siapa diri mereka.


..aku,aku,aku,
..Di mana aku..?
..Yang menatap macamragam tempat
..yang asing bagi ku..
..inikah dunia ??
..inikah surga ataukah neraka ?
..aku tak tau dimana ..


..aku,aku,aku..
..kemana aku?
..menunduk bingung tersesat tak ada tujuan..
..Menatap sekitar..
..wajah-wajah yang tak tersirat tujuan..


..Tuhan....
..Siapakah Hamba mu ini ?
..manusia yang tersungkur dalam kegelapan dunia..
..terjerat lemah dalam ikatan dosa..
.Tuhan,, Berilah aku secercah cahaya
..Untuk menjadi petunjuk ku, meruskan perjalanan ini..
..
Dan agar aku tau,, untuk apa aku ada..






By. M.A sofyrah...

Kamis, 03 Mei 2012

REFLECTION......

Look at me

You may think you see

Who I really am

But you’ll never know me

Every day, is as if I play apart

 

Now I see

If I wear a mask

I can fool the world

But I can not fool

My heart

 

Who is that girl I see

Staring straight back at me?

When will my reflection show

Who I am inside?

 

I am now

In a world where I have to

Hide my heart

And what I believe in

But somehow

I will show the world

What’s inside my heart

And be loved for who I am

 

Who is that girl I see

Staring straight back at me?

Why is my reflection

Someone I don’t know?

 

Must I pretend that i’m

Someone else for all time?

When will my reflection show

Who I am inside?

 

There’s a heart that must

Be free to fly

That burns with a need

To know the reason why

Why must we all conceal

What we think

 

How we feel

Must there be a secret me

I’m forced to hide?

I won’t pretend that i’m

Someone else

For all time

When will my reflections show

Who I am inside?

 

When will my reflections show

Who I am inside?

 

by  :  Christina Aguelera

 







"Jadikanlah Kehidupan mu sebagai cermin,dimana engkau mampu menunjukan apa adanya dirimu, Tak perlu menjadi orang lain dalam hidup mu sendiri,,,, tapi hendaklah jadikan cermin itu menjadi cermin yang bersih dan terang"


Created BY  : M.A Sofyrah.........

Selasa, 28 Februari 2012

Aku,Bunda dan Hari spesial ayah....

Azan subuh berkumandang. 
Aku tersentak, dan segera mensyukuri keadaanku hari ini, mudah-mudahan Allah masih memberiku kesempatan memperbaiki kesalahanku di hari kemarin. Kulihat disebelahku, sosok bidadari kecil yang selalu menjadi penguatku. Haru selalu menyusup ke hatiku bila kususuri garis wajah lugunya. Rasa haru yang tidak berubah seperti ketika hampir 7 tahun yang lalu tangis pertamanya pecah dan mengubah seluruh kehidupanku. Zia, putri kecil yang selalu membuatku bersyukur Allah telah mengirimkannya kepadaku. Aku mengecup keningnya.
      
       Hari ini Rabu, 14 Januari 2009, ulang tahun ayah Zia. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini, tapi aku sudah membayangkan hari ini akan menjadi hari yang berat buatku. Aku segera bangkit ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Saat aku sampai di depan pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar, aku melihat ada yang bergerak di tempat tidur. Zia pasti juga sudah terbangun, tapi aku tau dia pasti akan pura-pura tidur kembali, untuk kemudian aku bangunkan seperti biasa. Sambil tersenyum kututup pintu kamar mandi.Saat aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Zia masih pura-pura tidur. Aku segera mendekatinya.
 
 “Assalamu’alaikum, putri cantik Bunda, bangun yuk, sholat shubuh dulu,” bisikku di telinganya. Zia menggeliat.
“Ya udah kalau enggak mau bangun, nih ada semut yang jalan mencari sarangnya,” aku menjalankan jari-jariku di badannya. Zia kembali menggeliat, kali ini dengan tertawa. Kemudian mata beningnya terbuka menatapku.
“Masih ngantuk, Bunda,” ujarnya manja. Aku segera mengusapkan tanganku yang masih basah ke wajahnya.
“Bunda juga masih ngantuk, tapi sholat itu kan kewajiban, Sayang. Nanti kalau mau bobo lagi juga gak pa-pa. Yuk,” ajakku menarik tangannya.
“Gendong Bunda,” ajuknya, aku segera bangkit.
“Iya, habis gendong Zia, Bunda gak bisa jalan, pinggangnya patah, mau?” aku juga pura-pura merajuk. Zia tertawa. Aku segera menarik tangannya, dan mendorong tubuhnya ke kamar mandi.
“Bunda tunggu ya, kita sholat berjama’ah,” aku segera menutup pintu kamar mandi.

Habis sholat subuh, Zia segera bangkit dan membereskan mukenanya.
“Lho, gak do’a dulu, Sayang?” tanyaku. Zia menggeleng
“Enggak Bunda, Zia mau menghapal senam dulu, nanti ditanya pak guru,” Zia segera membawa mukenanya ke kamar.
 
        Memang sejak masuk SD tahun ajaran kemarin, Zia selalu semangat bila berhubungan dengan pelajaran sekolah. Zia pernah berjanji akan terus menjadi juara 1 mulai dari kelas 1 ini, janji yang tidak akan pernah aku tuntut. Namun aku tau keingnannya belajar senam saat ini karena ada yang berusaha dihindari Zia, biasanya sehabis sholat subuh, kami do’a dan kemudian menceritakan rencana-rencana yang akan kami kerjakan hari ini. Mungkin ada yang tidak mau dia bahas denganku hari ini.
 
Saat aku selesai berdo’a, Zia keluar kamar.
“Mau senam dimana, Zi?” tanyaku.
“Di halaman belakang aja. Bunda mau ikut? Nanti ajari kalau Zia enggak tahu,” ucapnya lugu yang ku sambut dengan senyum.
“Bunda enggak tahu senam Zia itu bagaimana. Sekarang gini aja deh, Zia senam, bunda jadi penyemangatnya sambil nyiapain sarapan. Oke?” aku mengacungkan jempol sambil mengedipkan sebelah mataku.
“Oke,” ucap Zia dan membalas kedipanku.

Saat sarapan, suasana kembali sepi. Tidak ada celoteh riang Zia seperti biasa. Mungkin hari ini memang akan lebih berat dari hari-hari di 14 januari tahun-tahun kemarin.Zia telah lebih besar dan mengerti sekarang.
 
“Nanti kita ke tempat ayah ya,” aku mencoba mengawali pembicaraan dengan pelan. Zia diam. Dia menyendokkan nasi dengan enggan, dan tidak menjawab aku.
“Olah raganya jam berapa, Zi?” kali ini aku mencoba topik yang lebih ringan.
“Jam delapan,” jawabnya singkat. Kemudian dia menyuapkan suapan terakhir, minum susu dan bangkit dari kursi.
 
Aku pun segera mempercepat sarapanku.Tiap pagi aku mengantarkan Zia dengan mengendarai motor. Saat sampai di depan sekolah, dia segera turun dari boncengan.
 

“Nanti bunda yang jemput Zia ya, Zia tunggu bunda aja,” ucapku setelah Zia mencium tanganku. Aku masih melihat cemberut di wajahnya.
Biasanya sepulang sekolah yang menjemput Zia adalah Om Indra, adikku,.
dan Zia dibawa ke rumah kakek dan neneknya menunggu sampai aku pulang kerja dan menjemputnya disana.
“Zia enggak mau ke tempat ayah,” ucapnya pelan, bahkan nyaris tidak terdengar, tapi aku benar-benar mengerti apa yang dikatakannya. Aku menarik nafas panjang dan turun dari motor.
“Ya udah, kita enggak ke tempat ayah, tapi tetap bunda yang jemput Zia ya, bunda udah izin pulang cepat hari ini,” aku berlutut dihadapan Zia. Wajah kami sejajar, aku jelas melihat ketidaksenangan di wajahnya, tapi dia mangangguk. Aku mencium kedua pipi bulatnya. Kemudian dia berbalik, dan berlari ke balik pagar sekolah.

Jam 12.00 wib, aku sampai di sekolah Zia. Banyak anak sekolah yang menunggu jemputan, tapi aku tidak melihat Zia. Aku segera masuk ke sekolah dan menuju kelasnya. Saat hampir sampai di depan kelasnya, aku melihat ibu Reni, guru kelasnya mendekatiku.
“Ibu mencari Zia?” tanyanya ramah.
“Iya, Ibu melihatnya?” aku balik bertanya. Ibu Reni tersenyum.
“Zia ada di ruang guru, mari ikut saya,” 
Ibu Reni menunjuk ke satu ruangan dan berjalan ke arah sana, aku pun mengikuti langkah-langkah bu Reni sambil bertanya-tanya ada apa dengan Zia?
 
Selama perjalanan menuju ruang guru, bu Reni cerita bahwa Zia, gadis kecilku, tadi bertengkar dan memukul teman sekelasnya, Dodi. 
Setelah ditanya Zia mengaku bahwa Dodi selalu mengejek Zia yang tidak pernah diantar atau dijemput ayahnya di sekolah. Tadi puncaknya saat Dodi bilang Zia tidak punya ayah, dan Zia benar-benar marah. 

Sekarang orang tua Dodi juga sudah ada di ruang guru.Seluruh tubuhku seakan rontok mendengar penjelasan bu Reni. Aku hanya memikirkan apa yang dipikirkan Zia saat ini, bagaimana aku akan menjelaskan ini padanya. Ya Allah, kuatkan aku untuk mampu menguatkan putriku, bisikku pelan.
Saat sampai di ruang guru, seorang ibu muda menghampiriku, menyalami dan menciumku.
 
“Maafkan apa yang telah diucapkan Dodi pada Zia ya, Bu,” bisiknya pelan. Aku mengangguk.
Hampir aku menitikkan air mata saat melihat putri kecilku menunduk menghadap meja guru, di sebelahnya anak laki-laki berbadan besar yang ku yakin bernama Dodi juga menunduk. Baju belakang Dodi kotor, mungkin Zia mendorongnya hingga terjatuh. Ya Allah, apa yang dirasakan Zia sehingga dia mampu menjatuhkan temannya seperti itu.
 
“Saya sudah menjelaskan pada Dodi apa yang terjadi pada ayah Zia,” ucapan bu Reni tidak lagi kuperhatikan,
Sekarang fokus perhatianku hanya menentramkan hati Zia dan menguatkan hatiku. Aku tidak boleh menangis disini, dihadapan guru, teman, orang tua teman, dan terutama di hadapan Zia. Aku harus kuat.
Aku segera memeluk Zia, dia tetap menunduk. Tidak ada air mata di pipinya, hanya kemarahan yang aku lihat masih tergambar jelas. Aku berbisik padanya untuk minta maaf pada Dodi dan ibunya, tegas Zia menjawab dengan gelengan.
 
Akhirnya aku minta izin membawa Zia pulang. Aku yang mewakili Zia meminta maaf pada Dodi, ibunya dan bu Reni sambil berjanji akan membicarakan hal ini pada Zia, dan besok Zia sudah mau meminta maaf.
Keluar dari sekolah, aku membawa Zia ke warung makan. Sambil makan aku mencoba menggali perasaannya, dia masih diam. Sehabis makan aku membawanya ke taman di tengah sebuah perumahan mewah tidak jauh dari sekolah Zia.
 
Di taman Zia masih bungkam. Saat sampai di sebuah kolam ikan, aku mengajak Zia berhenti dan melihat. Zia memperhatikan ikan-ikan tersebut.
 
“Lucu ya, mereka berenang kesana-kemari tapi gak pernah tabrakan, seolah-olah ada yang mengatur jalannya, seperti polisi ikan mungkin,” aku mencoba membuat Zia melupakan kejadian buruk yang baru dialaminya, tapi Zia tetap diam. Aku terus mencoba membuat Zia tersenyum. Tapi sepertinya dia sedang tidak ingin tersenyum.
 
“Ikan-ikan ini pasti juga punya ayah dan bunda kan, Bunda?” pertanyaan pelan Zia yang tiba-tiba seperti gelegar di telingaku. Sejenak aku menentramkan hatiku.
 
“Ikan dan semua makhluk hidup punya ayah dan bunda. Zia juga punya ayah dan bunda kan? Apa yang Zia pikirkan, Sayang?” tanyaku pelan.
 
“Ayah Zia di kuburan kan, Bunda? Zia enggak tahu ayah. Zia cuma tau fotonya. Kemarin waktu Zia cerita ke teman-teman kalau hari ini ulang tahun ayah dan kita akan ke kuburan untuk mendo’akan ayah, teman-teman bilang mana ada orang yang ngerayain ulang tahun di kuburan. Ayahnya Mita waktu ulang tahun ngajak Mita dan adiknya jalan-jalan, teman-teman yang lain juga. Cuma Zia yang ngerayain ulang tahun ayah di kuburan,” 
pelan aku dengar isak tangis Zia. Isak yang pelan namun pasti memancing air mataku, segera aku menghapusnya.
 
“Bunda kan pernah bilang ngerayain ulang tahun itu sebenarnya enggak ada, Sayang. Ulang tahun bunda dan Zia juga di rumah aja kan, bersyukur masih dikasih umur dan rezeki, terus doa sama Allah minta dikasih yang terbaik untuk tahun-tahun berikutnya. Iya kan?” 
aku benar-benar berusaha menetralkan suaraku.
 
“Tapi kan kita bisa cerita-cerita berdua, kalau ulang tahun ayah cuma bunda yang cerita, Zia enggak tau,”
 
“Jadi sekarang Zia mau bagaimana?”
 
“Zia mau punya ayah, abang, dan adik kayak Mita. Mita selalu cerita tentang adiknya yang baru lahir, lucu Bunda. Di rumah Mita pasti rame kan, enggak kayak rumah kita, cuma ada Bunda sama Zia. Sepi,” 
lagi-lagi ucapan polos Zia menusuk dadaku. Lama aku terdiam.
 
“Allah kok gak kasih Zia ketemu ayah ya Bunda?”
 
“Astaghfirullah, Zia enggak boleh ngomong gitu, Sayang. Zia ketemu ayah. Sampai usia 6 bulan tiap malam Zia bobo di gendong ayah, dinyanyiin ayah, ayah sayang Zia, ayah sayang bunda, tapi Allah lebih sayang ayah, Zia akan ketemu ayah nanti kalau Zia rajin sholat dan rajin mendoakan ayah. Zia pasti ketemu ayah, Sayang,” 
sejenak hampir aku lupa Zia adalah gadis kecil yang belum genap 7 tahun. Hampir aku ingin memastikan bahwa Zia mengerti apa yang aku maksud, tapi aku kemudian sadar. Zia belum mengerti apa-apa. Dia hanya membandingkan hidup yang dijalaninya dengan teman-teman sekolahnya.
 
“Ya udah hari ini kita enggak ke tempat ayah. Nanti kita akan ke satu tempat yang pasti Zia suka. Sekarang kita siap-siap dulu yuk, ada yang mau bunda beli,”

Aku sadar harus menunjukkan sesuatu pada Zia, dan untuk itu aku harus menguras tabunganku. Saat aku singgah ke ATM dan melihat sisa jumlah tabunganku, hampir aku membatalkan niatku. Tapi tidak, demi mendidik buah hatiku, aku harus melakukan ini, Allah yang maha mengatur rezeki. Aku mengambil setengah jumlah tabunganku, kuperkirakan itu cukup untuk mewujudkan niatku.
Dengan uang itu aku membelikan beras 90 kg, dan kue 100 kotak. Aku meminta Indra menjemput beras dan kue tersebut dan mengantarkannya ke tempat yang kumaksud.
Jam 16.00 wib, kami sampai ke tempat tujuan.
 
“P-A-N, pan, T-I, ti, panti, A-S-U, asu, H-A-N, han, asuhan. Panti asuhan,” 
pelan Zia mengeja tulisan yang tertera di papan di depan gedung sederhana tersebut, 

“tempat apa ini, Bunda?” tanyanya penasaran. Aku tersenyum.
 
“Kita masuk aja yuk, kita lihat ada apa di dalam,” jawabanku semakin membuat Zia penasaran. Dengan antusias dia mengikuti langkahku.
 
Kami masuk ke kantor pengurus panti, aku menyampaikan maksud dan tujuanku datang kemari. Bu Aisyah, ibu kepala panti mengerti niatku, beliau paham kesulitanku memberi pengertian pada Zia, dan beliau mengizinkan kami masuk ke ruangan yang merupakan tempat makan dan tempat belajar mereka. Kebetulan saat itu memang waktu belajar, jadi banyak anak-anak yang berkumpul di sana untuk belajar.
 
Bu Aisyah mengantarkan kami ke ruangan yang dimaksud. Saat menuju ke ruangan banyak hal yang di tanyakan Zia, dia mengira ini sekolah karena banyak anak-anak, tapi kok gak pakai seragam dan hal lain yang mengundang senyumku.
 
“Kita lihat aja nanti,” jawabku pada setiap pertanyaannya.
Di ruangan yang dimaksud, bu Aisyah meninggalkan kami. Aku duduk di salah satu kursi di tepi ruangan. Zia semakin bingung memperhatikan sekitarnya.
 
“Ini kelas berapa Bunda, kok ada yang udah besar?” tanyanya bingung. Aku kembali tersenyum.
 
“Itu ada yang sepertinya masih kelas 1 juga, sama dengan Zia, coba ajak kenalan,” tunjukku pada seorang gadis kecil yang sedang menulis di lantai. Zia melihat gadis itu, kemudian menatapku.
 
 “Ayo sana, gak pa-pa,” aku mendorong badannya pelan. Akhirnya Zia melangkah mendekati gadis kecil itu.
Akupun bangkit dan pindah ke bangku yang lebih dekat dengan mereka.
 
“Assalamu’alaikum, namaku Zia, boleh kenalan enggak?”

Zia duduk di dekat gadis tersebut dan mengulurkan tangannya. Gadis itu hanya melihatnya sekilas, kemudian kembali menulis.
Zia melihat aku, aku tersenyum dan menunjukkan perlengkapan menggambar miliknya. Zia ikut tersenyum dan berlari ke arahku, mengambil perlengkapan menggambar tersebut dan membawanya. Melihat keteguhan hati dan sifat pantang menyerah putri kecilku mengingatkanku pada almarhum ayahnya.
Aku lihat Zia mengajak gadis itu menggambar bersamanya. Gadis itu mau dan mereka pun terlibat dalam perbincangan seru khas anak kecil. Nama gadis kecil itu Shafa, nama yang dia sebutkan sambil mengambil krayon warna.
 
“Kamu gambar rumah ya?” tanya Zia setelah mereka masing-masing asyik menggambar.
 
“Iya, tadi di sekolah aku lihat temanku gambar kayak gini, aku jadi pingin buat juga. Kamu gambar apa?” tanya Shafa kembali.
 
“Ini gambar bunda, aku, dan ayah,” jawab Zia.
 
“Kok ayah kamu jauh di atas, pakai sayap lagi, emang ayah kamu malaikat?”
 
“Enggak, Ayah aku udah menginggal, kalau di TV dan buku-buku kalau yang meninggal kan ada sayapnya,” jawab Zia polos, jawaban yang ingin sekali aku ralat, tapi biarlah itu jadi satu catatan tugasku nanti.
 
“Ooo, bunda kamu mana?”
 
“Itu,” Zia menunjuk ke arahku, aku tersenyum dan melambaikan tangan.
 
“Bunda kamu cantik, aku mau nanti punya bunda secantik itu,”
 
“Emang kamu belum punya bunda?” tanya Zia penasaran, Shafa menggeleng.
 
“Kata Umi kami semua punya ayah dan bunda, tapi aku gak tau mereka, mungkin udah meninggal juga ya kayak ayah kamu,”
 
“Jadi kamu enggak tau ayah dan bunda kamu?” tanya Zia penasaran, Shafa kembali menggeleng.
 
“Aku juga gak tau ayahku, aku cuma lihat dari foto, tapi kan enggak jelas, aku jadi sering sedih,” ucap Zia lagi.
 
“Aku malah gak punya foto ayah dan ibu aku, aku gak tau wajah mereka,”
 
“Kamu enggak sedih?”
 
“Enggak. Kata umi, kami harus berdoa, mudah-mudahan suatu saat ada ayah dan ibu yang baik hati yang mau mengajak kami ke rumahnya dan membesarkan kami. Bulan lalu Nora temanku dibawa ke rumah barunya, ada ayah dan ibunya. Aku mau kayak gitu. Doain ya,”
 
“Kalau gitu aku juga mau berdo’a, mudah-mudahan ada ayah yang baik yang mau datang dan tinggal di rumah kami, soalnya aku gak mau pindah rumah. Boleh enggak ya?”
 
“Ya boleh aja, kamu sama bunda kamu kan sudah punya rumah, jadi ayahnya aja yang pindah ke tempat kalian. Kalau aku kan gak ada rumah,”
 
“Iya, ya, nanti aku bilang sama bunda,” 
jawab Zia ceria. Zia memandangku dengan senyum mengembang. Seingatku itu senyuman pertama dia hari ini.Tidak lama setelah itu anak-anak dikumpulkan di ruangan tersebut, kue dibagikan, doa dipanjatkan, untuk almarhum ayah Zia, untuk Zia, dan keluarga kami. Setelah itu kami permisi pulang.

Malam ini suasana sudah kembali seperti semula. Zia dengan celotehannya membuat suasana rumah menjadi ceria. Sehabis sholat maghrib, kami membaca alqur’an bersama setelah itu bercerita membahas kejadian hari itu.
 
 “Apa yang tadi diceritakan sama Shafa, kok kayaknya asyik sekali, sampai-sampai gak mau pulang?” tanyaku pada Zia. Dia tersenyum. Dengan bahasa dan gayanya dia cerita. Sampai pada satu kalimat.
 
“Bisa kan Bunda, kita cari ayah yang mau tinggal disini, biar ada yang bisa gendong Zia, enggak takut pinggangnya patah. Ya Bunda,” permintaan Zia kali ini benar-benar membuat aku mati kutu.
Biasanya selalu ada tawar menawar dalam permintaan yang diajukan Zia, tapi kali ini tidak ada tawaran apapun. Aku terdiam.
 
“Ya, Bunda,” Zia mendesakku. Aku terdiam.
 
“Oiya, masalah Dodi tadi, sudah mau minta maaf?” tanyaku berusaha mengalihkan perhatian Zia. Zia cemberut.
 
“Enggak, Dodi jahat, dia bilang Zia enggak punya ayah,”
 
“Lho, yang tahu Zia punya ayah atau enggak itu kan Allah, Bunda, kakek, nenek, Om Indra, Bu Reni dan banyak lagi, masak gara-gara Dodi ngomong gitu Zia gak percaya sama Bunda,”
 
“Zia percaya Bunda, tapi Zia enggak suka Dodi,” Zia semakin cemberut, cerianya kembali hilang
 
“Zia boleh enggak suka, tapi enggak boleh main pukul sembarangan. Kalau begtu apa bedanya Zia dengan Dodi, Zia lapor aja sama guru, biar Dodi yang kena marah, Zia enggak. Kalau kayak tadi Zia juga dimarahi kan?” Zia mengangguk.
 
“Terus?” desakku.
 
“Zia mau minta maaf kalau Dodi janji enggak gitu lagi,” ucap Zia
 
“Oke, nanti Bunda bilang bu guru,”
 
“Terus satu syarat lagi,”
 
“Apa, Sayang. insya Allah bunda penuhi,”
 
“Bunda harus cari ayah yang baik, yang mau tinggal disini dengan kita,”
 
Deg.!! Jantungku benar-benar mau copot. Selesai satu masalah, timbul satu masalah baru. Subhanallah, kehidupanku memang benar-benar berwarna. Mungkin ini cara yang ditunjukkan Allah untukku mulai berpikir ke arah itu. Ya Allah hanya hidayah Mu yang hamba harapkan untuk mewujudkan prasyarat yang diajukan anak hamba. Engkau yang Maha tahu apa yang terbaik buat kami. Berikanlah yang terbaik untuk kehidupan kami dunia dan akhirat, Amiiiin.




  
                                            oOOOO0-the end-0OOOo

by : My teacher Ade.S


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

....  " Paras mu tak terlihat di mata ku,, ....
....    Tapi hati ku, bisa melukis kasih sayang mu..
....   
....    Diri mu tak lagi berada di samping ku..
.....   Tapi cinta mu,sll mengisi jiwa ku ..
..... 
....     Ayah, Aku percaya cinta tak kenal jarak dan waktu..
....     Karena Allah, menciptakan Cinta dalam Hidup dan Mati kita..
....
....     Ayah, aku percaya Allah lebih mempunyai cinta yang lebih besar dari ku..
....     Karena itu,Dia tak memberimu lebih banyak waktu di dunia yang fana ini..
....    
....    Ya Allah, izin kan aku mengukir senyum pada nya dari do`a ku setiap waktu.
....    Ya Allah, berikan lah maaf untuk segala kesalahan nya dari setiap permohonan ku pada Mu."


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Craeted By : M.A sofyrah

Minggu, 22 Januari 2012

AKU BAHAGIA KAU TINGGALKAN...


Mungkin kita pernah mengangis, ketika kita merasakan bagaimana rasa nya patah hati..
mungkin kita pernah merasakan malu,ketika kita manjadi orang yang di tinggalkan..
mungkin kita pernah merasakan pahit,ketika kita menjadi korban  penipuan perasaan.
dan tak terkecuali kita pernah merasakan kecewa,ketika kita harus di banding kan dengan orang lain dalam satu hati.

Tapi yakin kan itu hanya sekedar cerita yang  pernah ada..
sakit itu tidak boleh menjalar ke seluruh tubuh, hanya dalam hati, dan hanya sesaat rasa sakit itu harus mati.
Kita sudah tau ini hanya cerita, yang bertema pahit-getir nya cinta, sedih senang sebagai alur.
dan kita  harus merancang bagian akhir dengan sebuah kerela kebahagiaan.

Kamu,yang sedang di landa galau disana, menikmati kenangan manis yang berujung pahit bersamanya, Cepat atau lambat akan tersadar,bahwa diri mu sedang berada dalam jeruji kebodohan.

Dan khusus nya kamu yang sedang tersudut prustasi di sana, harus nya menggelisahkan keadaan mu,yang mesti keluar dari huru-hara keadaan jiwa yang merana.

Tidak kah kamu tau, angan-angan mu dalam gundah gulana yang berharap dia kembali di sisi mu,membuat dia semakin meraja dan memandang mu semakin rendah tak berdaya.

Harus nya kamu tau, ketika gejolak hati mu meredam rasa sedih itu,jiwa mu akan membangkitkan semangat mu untuk bisa menjadikan itu sebuah pengalaman, menjadi sebuah pelajaran yang akan mendidik mu menjadi lebih baik, menjadi lebih arif dalam menjalani hidup.

Dan tidak kah kamu tau, kehadiran diri mu yang baru dengan penuh pesona ketegaran. Akan menimbulkan benih penyesalan dalam benak nya yang menghianati mu.

Kita semua tau, kisah cinta selalu menghadirkan tokoh,memiliki alur , menyimpan makna ,dan selalu membawa pelajaran.


Hadrikan diri mu tetap sabagi tokoh pecinta walau harus di khianati.
Jalani lah alur cerita nya dengan kebaiakan mu, walau akan ada alur yang menyakitkan.
Ukirlah makna dalam kisah mu,
makna kesetiaan walau nanti nya di khianati, makna kabaikan walau bertepi kekecewaan, makna kejujuran walau berbalas dusta.
Dan ambil lah pelajaran dari setiap kisah mu.

Kita yang memberi kebaikan,tidak akan selalu berbalas baik. Tapi kita yang selalu berpengang teguh dalam kebaikan pasti akan akan menadapatkan yang terbaik.

BAHAGIALAH,,,,
Bagi kamu yang telah berperan baik dalam kisah-kisah mu,,,
Bagi kamu yang  telah di khianati perasaan nya,,
Dan bagi kamu yang di tinggalkan..
Karena itu adalah sebuah petunjuk,
bahwa kamu terlalu berharga untuk nya makhluk yang bernilai rendah.
bahwa kamu sudah salah memilih,dan belajarlah untuk lebih arief.

BAHAGIALAH 
Karena pada akhirnya,,,
diri mu yang akan mendapat kemenangan & kebahagiaan.

by : M.A Sofyrah...

Jumat, 06 Januari 2012

Kehidupan Dunia Dalam Islam

Assalamu'alaikum. 

Sedikit share y :-). 

Saudara/i ku,perhatikanlah.
Atas apa yg sedang terjadi pada prinsip kehidupan kita d dunia, pada jaman sekarang ini. 
Kewajiban hidup yg di dasari dgn beberapa modal hidup yg berat untuk di miliki stiap orang. Contoh : 

-Harta?sdh mjdi hal yg utama 
-jabatan?sll mjdi prioritas, 
-Kesuksesan?Itu mjdi kewajiban. 
-Penampilan menarik?itu hal yg tidak bisa d tinggal kan. 
-Pamor? Haruz di tata sedemikian bagus dan bersih. 

itu semua !,modal hidup di dunia sekarang, yg trz menghantui kita untuk brlomba menjadi pecinta dunia sejati.hingga smw itu membuat kita lupa,bahwa kita pasti akan meninggalkan pesona negri dunia,& kembali ke kampung halaman (akhirat). 
& smua modal itu sama sekali tidak brguna untuk kembali ke kampung akhirat. 

Kita semua tau,keberhasilan di dunia,adalah sbuah kebahagiaan, & kenahagiaan mjadi salah satu tujuan hidup. Tp hal ini sll mjdi tumpang tindih,yg mbuat kita sering lupa,hidup tak hAnya di dunia. 
Bagi kita yg Muslim, sewajib nya kita percaya & yakin akhirat adalah hidup yg sepantas nya kita nanti, dan juga membutuhkan modal. Sesuai dengan firman Allah .

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" 
(QS.Al-an'am : 32) 

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS.Al-Hadiit :20) 

Modal pulang kampung?Bukan hal nya Materi,kedudukan seperti jutawan,paras indah nan rupawan. 
Sama sekali tidak.Sadar kah kita bahwa Allah Lagi maha pengasih dan penyayang,Tak memandang apa pun yg ada pada diri kita,kecuali hati yg berisi iman ! Tapi kita selalu lupa,bahkan sengaja mengabaikan. 

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba ku yg brterima kasih"(QS.saba' : 13) 

Tak sadar kita telah menjadi makhluk Allah paling kejam,yg memohon rizki,tanpa berterima kasih.meminta kenikmatan hidup,tanpa sadar diri. Meminta hak,tnp melakukan kewajiban. 
Sulitkah kewajiban itu? Pasti.Pasti kita temukan titik kesulitan.Krn kita manusia sudah d kodrat kan untuk trs berjuang.Hidup di dunia harus brusaha dengan perjuangn dan pengorbanan,belajar jg butuh kerja keras . 
dan Semua hal yang di jalani memang perlu usaha & pengorbanan. 
Tak lain hal nya kita berjuang untuk kehidupan akhirat, untuk agama, Atas nama Allah. 

Apa terlalu berat?. 
Tidak !Karna Islam tidak pernah mengada-ngada & Allah sll mengerti Makhluk-Nya. 
Terlebih Jika kita ikhlas & bisa befikir sehat,rasional, Islam adalah agama yg sempurna. 
Islam mengolah umatnya,menjadi manusia yg bertanggung jwb dgn dunia nya,& mencintai akhirat nya dengan cara yg baik. Jd tak pernah ada yg di rugikan,tak pernah ada diskriminasi,tak ada hal yg memberatkan.Islam.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." 
(QS.Al-Qashash:77) 

Dan yg di sabdakan oleh Rasulullah SAW. 
"Sesungguh nya agama islam ini mudah. & tdk seorg pun yg meberatkan agama ini melainkan agama ini akn mengalahkn nya.Oleh krn itu,brlaku sedanglah kamu & mendekatlah serta mintalah pertolongan (dgn salat),di wktu pagi & petang & sdikit d akhir wktu malam." (Shahih:HR Bukhari) 

"mudahkan lah & jgn lah menyusahkan nya (agama) serta berilah kabar gembira & jgn lah membuat org lari (dr agama ini)" (shahih bukhari & muslim) 

Dan kita Yg telah di beri kesempatan hidup,berfikirlah & nikmatilah dengan cara yg Sebenar-benar nya. Sesuai Petunjuk yg ada pada Islam. karna Muslim yg baik,tak hny melihat dgn mata,tak hanya mendengar dgn telinga. But,The Quran says is the hEart can see and can hear,cos Islam is gread n perfect religion. When believer has into the heart. 

Saudaraku. 
Tidak ada manusia yg sempurna, krn itu tetaplah kita hrz saling mengingatkan dlm kebaikan,yakni untuk menyempurnakan agama yg kita yakini & kita cintai,yaitu Islam. Karena Allah penuh kasih & sayang kpd makhlukNya.Memberi Cinta dengan segala nikmat-Nya 

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" 
(QS.An-Nahl: 18) 

Dan sudah saat nya kita mengerti. Bahwa kehidupan Dunia bukanlah suatu hal untuk kita cintai,tetapi suatu hal yg kita atur daripada nya,sesuai ketentuan & tujuan yg kita yakini.semoga Allah senantiasa memberi kita petunjuk. Amin,Amin,Ya Rabbalalamin.
(NOte: trima ksh sudah membaca,smoga mendatangkan manfaat) 


Wassalam 

By : M.A Sofyrah 

Selasa, 20 Desember 2011

WAKTU


Aku enggan untuk berkejar-kejaran dengan waktu. Karena ku tau waktu terus berlari tanpa lelah ,,,
Aku pun tak kuasa untuk memburukan waktu atau memperlambat waktu dalam keadaan tertentu,karena ku tau waktu akan terus berputar sesuai poros nya,,

Waktu tidak pernah memaksa ku,agar harus begini & begitu,karena ku tau waktu akan tetap mengitari ku dalam keadaan apapun,,

Waktu tidak pernah berhenti hanya karena aku tidak menghargai nya. begitulah waktu di ciptakan oleh Allah. dia tidak akan berhenti sampai Allah memerintahkan nya untuk behenti.

 Walau manusia lalai dengan nya walau manusia sering tidak menghargai nya dia akan tetap tegar untuk terus berjalan maju tanpa mundur sedikit pun.

Begitulah waktu menaati Tuhan nya ,dengan segala ada nya dia di ciptakan oleh Rabb .

Waktu yang terus berjalan lurus dan maju, tanpa menghirau kan orang-orang yang meremehkan nya.
Waktu yang senantiasa terus mengiringi langkah hidup para manusia yang bahkan para manusia tidak pernah memperlakukan nya dengan baik.
Waktu tidak pernah menghiraukan zaman yang terus berganti, dan dia tetap melangkah pasti dengan pendirian nya .

Waktu yang tidak berhenti & lelah nya dalam melakukan tugas yang di perintahkan Tuhan.
Andai aku bisa bertindak seperti waktu, aku tidak akan pernah mengenal keraguan dan kemunduran.
Mungkin aku tidak pernah bisa menjadi waktu , tapi aku ingin selalu menghargai waktu seperti dia yang selalu menghargai para manusia tanpa lelah ,,,,,

 

 By : M.A sofyrah

Senin, 19 Desember 2011

SURAT CINTA SANG KEKASIH...



          Kasih ku,ini lah surat cinta yang ku tulis hanya untuk mu yang InsyALLAH menjadi pendamping hidup ku .
Kasih ku,relakah kau menunggu ku hingga waktu itu datang kepada kita, yang InsyaALLAH datang bersama dengan Ridha Nya ?

Kasih ku,Aku hanya seorang wanita biasa yang juga merindukan sebuah kasih yang lembut.
Kasih ku , andai pun kita di perjumpakan sekarang, mungkin itu akan membuat ku lebih menderita untuk dekat di sisi mu , tanpa adanya sebuah ikatan suci yaitu pernikahan .

karena ku tau, jika menyentuh mu saat ini ,akan menjadi sebuah kerusakan untuk tulus nya perasaan ku pada mu. 
Jika memeluk mu saat ini, menjadi sebuah dosa besar untuk kita, jika mengecup mu saat ini, akan menjadi sebuah kenistaan untuk kita.
jika membelai mu dengan lembut saat ini, akan menjadi sebuah maksiat untuk kita.
jika sebuah tutur kata romantis yang ku ucapkan untuk mu saat ini, bisa menjadi sebuah api untuk kita.
jika menyayangi & merindukan mu saat ini , akan menjadi sebuah beban mental bagi ku ,untuk tetap bisa menjaga perasaan ku agar selalu takut kepada Sang Maha Pencipta .

Kasih ku ,aku tak ingin kasih-sayang kita bisa menjadi bomerang untuk kita, yang penuh dengan murka NYA.
Biarlah segala romantisme itu menjadi sebuah keindahan yang hakiki dengan adanya yang izin dari Sang Maha Pengasih.

Aku ingin kebersamaan itu , menjadi kebersamaan yang jauh dari rasa takut dan malu ,yang tanpa ada nya sebuah beban serta cela .

Kasih ku,aku akan tetap menunggu mu dan aku yakin kau juga menunggu ku .

Kasih ku,tetap lah disana dengan Munajat mu yang penuh cinta kepada Sang ILLAHI, begitu pun aku. Jangan lah Takut dengan lama nya waktu,karena janji ALLAH pasti akan datang , agar di tunjukan jalan kepada kita untuk bersatu dengan menjalan kan sunnah Rasul NYA.
Kasih ku,tak perlu engkau tergesa-gesa dengan semua ini,karena Allah memberikan kita waktu untuk saling memperbaiki diri,untuk mengumpulkan Ilmu, untuk menata hati,untuk menjadi pasangan yang di berkahi langkah kita nanti nya. Yang saling mengasihi untuk mencari Ridha NYA .

Sabarlah menanti waktu itu,di mana aku bisa menjadi pendamping mu dalam setiap langkah hidup mu .
Dimana Kau menjadi Imam di dalam hidup ku.

Biarlah nanti nya ,aku bisa menjadi penenang hati mu di kala kemarahan & kegalauan mendekati mu , dan kau menjadi pengahapus air mata ku di saat aku sedih , menjadi sandaran ku disaat aku lemah .
dimana kita bisa bermunajat bersama mencari Ridha Nya .

Kasih ku , semoga Allah meridhai langkah hidup kita yang ingin selalu menjaga apa yang sepatut nya kita jaga sesuai perintah NYA . 

Ingat lah kasih ku : “  Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”  
(QS.An-nur : 26 )
                                                                                       BY : Jodoh MU ..

By : M.A Sofyrah..